Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Stretching Sebelum vs Setelah Olahraga, Mana yang Lebih Bermanfaat?

Stretching Sebelum vs Setelah Olahraga, Mana yang Lebih Bermanfaat?
ilustrasi peregangan ringan (unsplash.com/Mary West)
Intinya Sih
  • Peregangan sebelum olahraga sebaiknya dilakukan secara dinamis untuk menghangatkan otot, meningkatkan aliran darah, dan mempersiapkan tubuh tanpa menurunkan kekuatan atau daya.
  • Setelah olahraga, peregangan statis lebih efektif karena otot sudah hangat sehingga membantu meningkatkan fleksibilitas, mempercepat pemulihan, dan mengurangi rasa kaku.
  • Kombinasi peregangan dinamis sebelum latihan dan statis setelahnya memberikan manfaat maksimal bagi performa serta pencegahan cedera jika dilakukan dengan teknik yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Stretching atau peregangan kerap dianggap sebagai bagian wajib sebelum berolahraga. Banyak orang percaya bahwa tanpa stretching, risiko cedera akan meningkat dan performa olahraga bisa menurun. Tak heran, banyak orang langsung melakukan gerakan peregangan begitu sampai di tempat latihan.

Namun, beberapa orang menganggap bahwa stretching justru lebih efektif dilakukan setelah olahraga, saat otot sudah hangat dan lebih lentur. Lalu, sebenarnya mana yang lebih bermanfaat: stretching sebelum atau setelah olahraga? Untuk menjawabnya, kamu perlu memahami fungsi dan tujuan masing-masing jenis peregangan agar tidak salah langkah.

Table of Content

1. Manfaat peregangan sebelum berolahraga

1. Manfaat peregangan sebelum berolahraga

Peregangan sebelum berolahraga dapat bermanfaat, tetapi hanya jika kamu melakukan jenis peregangan yang tepat. Sebelum kamu mulai berolahraga, otot kurang fleksibel karena belum dipanaskan. Peregangan statis (menahan peregangan selama 30-60 detik) sebelum aktivitas intensif sebenarnya dapat mengurangi kekuatan dan daya.

Sebagai gantinya, disarankan untuk melakukan peregangan dinamis sebelum berolahraga. Peregangan dinamis meliputi:

  • Putaran lengan.
  • Ayunan kaki.
  • Walking lunge.
  • Berjalan di tempat.
  • Joging ringan.

Peregangan dinamis membantu menghangatkan otot dengan meningkatkan aliran darah, meningkatkan jangkauan gerak, dan mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas. Intinya, peregangan sebelum berolahraga bermanfaat jika melakukan peregangan dinamis daripada peregangan statis yang lama.

2. Manfaat peregangan setelah berolahraga

Setelah berolahraga, otot sudah hangat dan lebih fleksibel. Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan peregangan statis. Peregangan statis meliputi:

  • Menahan peregangan selama 30-60 detik.
  • Membiarkan diri rileks dalam posisi yang kamu tahan.
  • Menargetkan otot yang baru saja kamu latih.

Melakukan peregangan statis yang menargetkan otot yang digunakan selama latihan dapat meningkatkan fleksibilitas dari waktu ke waktu dan memungkinkan tubuh untuk mendingin. Ini mendukung pemulihan otot dan mengurangi tingkat kekakuan dan nyeri. 

3. Apakah peregangan mencegah cedera?

Ilustrasi gerakan peregangan atau stretching.
ilustrasi stretching (unsplash.com/Chalo Garcia)

Peregangan saja tidak menjamin pencegahan cedera. Pencegahan cedera bergantung pada:

  • Pemanasan yang tepat.
  • Beban progresif.
  • Form yang benar.
  • Pemulihan yang memadai.
  • Keseimbangan kekuatan.

Rutinitas pemanasan dinamis lebih efektif untuk pencegahan cedera daripada peregangan statis saja.

4. Apakah lebih baik melakukan peregangan sebelum atau sesudah latihan?

Untuk manfaat maksimal, penting untuk melakukan peregangan sebelum dan sesudah latihan. Yang terpenting adalah menggunakan jenis peregangan yang tepat pada waktu yang tepat.

  • Sebelum berolahraga: peregangan dinamis.
  • Setelah berolahraga: peregangan statis.

Kedua jenis peregangan ini memiliki tujuan yang berbeda dan membantu meningkatkan performa serta pemulihan. Jika kamu hanya punya waktu untuk satu jenis peregangan, prioritaskan pemanasan yang tepat sebelum berolahraga. Otot yang hangat sering kali berkinerja lebih baik dan lebih kecil kemungkinannya untuk cedera.

5. Jenis peregangan yang harus dilakukan

Berikut panduan singkat dan mudah:

Sebelum berolahraga

  • Peregangan dinamis yang berfokus pada kelompok otot utama yang akan kamu gunakan.
  • Pemanasan berbasis gerakan.
  • Usahakan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit.

Setelah berolahraga

  • Peregangan statis yang berfokus pada kelompok otot utama yang digunakan.
  • Tahan setiap peregangan selama 30-60 detik.

Contoh:

  • Sebelum berlari: joging ringan, ayunan kaki, walking lunges.
  • Setelah berlari: regangkan betis, hamstring, fleksor pinggul, dan paha depan.

Pada akhirnya, stretching sebelum dan setelah olahraga memiliki peran yang berbeda tapi saling melengkapi. Dengan memahami waktu dan jenis peregangan yang tepat, kamu bisa menjaga performa tetap optimal sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Referensi

Bolt Nutrition. Diakses pada Februari 2026. "Stretching Before and After a Workout: What You Need to Know."

Cleveland Clinic. Diakses pada Februari 2026. "Stretching Before or After Exercise: Which Is Better?"

Health. Diakses pada Februari 2026. "Stretching Before vs. After Exercise: Which Is More Beneficial?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More