Beberapa kesalahan klasik menjelang maraton antara lain:
Menambah long run di minggu terakhir.
Mencoba sepatu baru.
Mencoba gel atau minuman baru.
Melakukan latihan interval berat.
Kurang tidur karena gugup.
Mengurangi makan karena takut berat badan naik.
Kesalahan-kesalahan ini justru lebih berpotensi mengganggu performa dibanding membantu.
Jadi, seminggu sebelum maraton harus istirahat atau tetap latihan?
Jawabannya adalah tetap latihan, tetapi dengan strategi tapering yang tepat.
Ingat, latihan kamu sudah intens selama berbulan-bulan, jadi tubuh tidak butuh tambahan latihan berat seminggu sebelum race maraton. Yang kamu butuhkan adalah kesempatan untuk menyerap manfaat dari seluruh latihan yang sudah kamu lakukan.
Referensi
Laurent Bosquet et al., “Effects of Tapering on Performance,” Medicine & Science in Sports & Exercise 39, no. 8 (August 1, 2007): 1358–65, https://doi.org/10.1249/mss.0b013e31806010e0.
Louise M. Burke et al., “Carbohydrates for Training and Competition,” Journal of Sports Sciences 29, no. sup1 (January 1, 2011): S17–27, https://doi.org/10.1080/02640414.2011.585473.
Iñigo Mujika and Sabino Padilla, “Scientific Bases for Precompetition Tapering Strategies,” Medicine & Science in Sports & Exercise 35, no. 7 (July 1, 2003): 1182–87, https://doi.org/10.1249/01.mss.0000074448.73931.11.
Iñigo Mujika and Sabino Padilla, “Detraining: Loss of Training-Induced Physiological and Performance Adaptations. Part I,” Sports Medicine 30, no. 2 (January 1, 2000): 79–87, https://doi.org/10.2165/00007256-200030020-00002.
David Nieman, “Exercise, Infection, and Immunity,” International Journal of Sports Medicine 15, no. S 3 (October 1, 1994): S131–41, https://doi.org/10.1055/s-2007-1021128.
Andrew M. Watson, “Sleep and Athletic Performance,” Current Sports Medicine Reports 16, no. 6 (November 1, 2017): 413–18, https://doi.org/10.1249/jsr.0000000000000418.