Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

352 Prajurit TNI yang Telah Tuntaskan Misi UNIFIL Tiba di Indonesia

352 Prajurit TNI yang Telah Tuntaskan Misi UNIFIL Tiba di Indonesia
352 prajurit Chalk-1 Satgas TNI kontingen UNIFIL tahun anggaran 2025 tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026. (www.instagram.com/@pmpp.tni)
Intinya Sih
  • Sebanyak 352 prajurit TNI Satgas UNIFIL tiba di Indonesia setelah menuntaskan misi perdamaian di Lebanon, disambut hangat oleh pimpinan PMPP TNI di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Empat prajurit TNI gugur selama bertugas di UNIFIL dan mendapat penghargaan dari PBB serta kenaikan pangkat, sementara pemerintah memberi beasiswa bagi anak-anak mereka.
  • Sebanyak 744 personel TNI diberangkatkan kembali ke Lebanon untuk rotasi misi UNIFIL, dengan pemerintah meminta jaminan keamanan tambahan dari PBB bagi seluruh pasukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 352 prajurit TNI chalk-1 satgas TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) tahun anggaran 2025, tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026). Kedatangan kontingen Garuda disambut oleh Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI Dikdik Setiadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Jumlah kontingen yang kembali ke Tanah Air seharusnya 356 personel. Namun, empat anggota TNI lainnya telah kembali lebih awal karena gugur ketika bertugas di misi UNIFIL.

"Selama penugasan, satgas berhasil melakukan deeskalasi ketegangan antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel Defense Forces (IDF). Selain itu, mereka juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi masyarakat lokal," demikian isi keterangan tertulis PMPP pada hari ini.

Ratusan prajurit TNI itu kembali ke Tanah Air menumpang maskapai Garuda Indonesia. Usai tiba, ratusan prajurit TNI itu sujud syukur lantaran tiba di Indonesia dalam keadaan selamat.

Sementara, Dikdik atas nama Komandan PMPP TNI menyampaikan ucapan selamat datang kembali ke Indonesia kepada ratusan prajurit TNI. Ia mengapresiasi atas dedikasi dan militansi prajurit selama menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.

1. Empat anggota TNI gugur ketika ditugaskan di misi UNIFIL

UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon.
UNIFIL kenang Kopral Rico Pramudia dalam upacara pelepasan jenazah di Lebanon. (Dok. UNIFIL)

Sementara, Indonesia kehilangan personel terbesar di misi UNIFIL pada 2026. Total ada empat prajurit TNI yang gugur. Tiga jenazah prajurit TNI dipulangkan ke Tanah Air dan mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan, satu prajurit TNI lainnya gugur setelah sempat dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan.

Berikut daftar prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL sepanjang 2026:

1. Praka Farizal Rhomadhon: gugur di tempat usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026. Di lokasi tempat Farizal berada terdapat Praka Rico

2. Kapten Zulmi Aditya Iskandar: gugur setelah mobil konvoi terkena ledakan. Aditya membawa logistik untuk mengevakuasi jenazah Farizal

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan: gugur bersama Aditya setelah ledakan menghantam konvoi kendaraan logistik

4. Praka Rico Pramudia: sempat mengalami kondisi kritis usai terkena tembakan tank Israel di Lebanon pada 29 Maret 2026 lalu. Ia mengembuskan nafas terakhir pada 24 April 2026.

Keempat prajurit TNI yang gugur di misi UNIFIL mendapat kenaikan pangkat dari Panglima TNI. Selain itu, PBB juga memberikan penghargaan berupa medali Dag Hammarskjöld. Pemerintah Indonesia juga memberikan beasiswa bagi anak-anak almarhum.

2. 744 pasukan TNI kembali dikirim untuk misi perdamaian UNIFIL

UNIFIL, Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara pelepasan 744 personel pasukan perdamaian untuk ditugaskan ke UNIFIL, Lebanon. (www.instagram.com/@pmpp.tni)

Ketika 352 prajurit TNI kembali ke Tanah Air usai menuntaskan misi UNIFIL, Indonesia mengirimkan lagi 744 personel ke Lebanon. Masa rotasi pasukan ini berlangsung sekitar 12 bulan.

744 pasukan TNI dilepas oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto lewat upacara khusus di Mabes TNI, Cilangkap pada Kamis, 21 Mei 2026. Ratusan personel TNI itu diberangkatkan ke Lebanon keesokan harinya.

"Personel tersebut terdiri atas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-T, FHQSU TNI Konga XXVI-R, MPU TNI Konga XXV-R, MCOU TNI Konga XXX-P, CIMIC TNI Konga XXXI-P, tim kesehatan TNI Konga XXIX-Q level II Hospital UNIFIL dan military staff UNIFIL," ujar Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, di dalam keterangan, dikutip Jumat (22/5/2026).

Dia berpesan agar seluruh prajurit TNI yang ditugaskan ke misi UNIFIL menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda.

"Panglima TNI juga meminta agar mengutamakan keamanan, menghindari pelanggaran serta menjaga moril dan kesehatan selama bertugas," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari TNI Angkatan Udara (AU), dari 744 personel satgas TNI Konga UNIFIL paling banyak berasal dari matra TNI Angkatan Darat (AD). Jumlahnya mencapai 571 personel.

Sebanyak 79 personel berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL), 63 personel dari TNI Angkatan Udara (AU) dan 31 personel Mabes TNI. Ratusan personel TNI yang bertugas di Lebanon akan kembali ke Tanah Air usai melakukan penyerahan tugas.

3. Pemerintah Indonesia sudah minta jaminan keamanan ke PBB

Sjafrie Sjamsoeddin, Komcad, ASN
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan untuk melihat pelaksanaan program Komcad ASN. (Dokumentasi Kemhan)

Sementara, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026), Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan Indonesia tidak bisa mundur dan menarik semua pasukannya dari misi UNIFIL begitu saja.

Maka, pemerintah telah berkomunikasi dengan PBB untuk meminta jaminan perlindungan keamanan bagi personel TNI yang ditugaskan di UNIFIL.

"Kami sudah melakukan negosiasi agar penempatan prajurit TNI di UNIFIL juga memperhatikan faktor keamanan," ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More