Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

50 Ribu Alat Tes Virus Corona dari Korsel Tiba di Indonesia Hari Ini

50 Ribu Alat Tes Virus Corona dari Korsel Tiba di Indonesia Hari Ini
diagnostic test kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4). (Dok.BKPM)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 50 ribu unit PCR (polymerase chain reaction) diagnostic tes kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4). Bantuan tersebut merupakan donasi dari empat perusahaan di bawah naungan LG, yaitu LG Electronics, LG Chem, LG Innotek, dan LG International Indonesia.

"Besar harapan kami, dengan adanya kontribusi dari LG Electronics, LG Chem, LG Innotek dan LG International yang berupa PCR Diagnostic Test Kit, dapat turut membantu memerangi wabah COVID-19 di bumi Indonesia tercinta ini,” ucap Presiden Direktur LG International Indonesia, Lee Chang Hyun.

  1. 1. Metode PCR test lebih akurat dibanding rapid test

    diagnostic test kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4).
    diagnostic test kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4).

    PCR test akan mendeteksi materi genetis khusus dalam virus. Metode PCR yang sering disebut dengan swab test ini menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan. Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian belakang tenggorokan. Hasilnya memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan rapid test.

    Saat ini pasien positif virus corona di Indonesia berjumlah 2.092 kasus per Sabtu (4/4) pukul 12.00 WIB. Angka tersebut naik dari data sebelumnya yaitu 1.986 kasus. Upaya tes yang lebih masif sangat dibutuhkan untuk menanggulangi wabah ini. Karena itu, BKPM sangat mengapresiasi kontribusi yang diberikan kepada bangsa Indonesia.

    “Ini adalah bentuk kepedulian nyata dari LG. Juga bukti persaudaraan antara Indonesia dan Korea Selatan. Terima kasih banyak. Akan segera kami distribusikan, untuk segera dimanfaatkan,” ucap Juru Bicara BKPM, Tina Talisa.

  2. 2. Investasi Korea Selatan ke Indonesia mencapai US$ 1,07 miliar

    diagnostic test kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4) / Dok. Istimewa
    diagnostic test kit dari Korea Selatan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (5/4) / Dok. Istimewa

    LG merupakan grup usaha dari Korea Selatan yang memiliki beberapa bidang usaha di Indonesia. Perusahaan yang telah lama beroperasi antara lain LG Electronics yang telah berinvestasi di Indonesia selama sekitar 30 tahun, LG Chem yang telah membuka cabang di Indonesia untuk melakukan usaha trading di bidang petrokimia, LG Innotek yang memproduksi digital tuner dan suku cadang elektronik, serta LG International Indonesia yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit, pertambangan batubara, dan energi terbarukan.

    Berdasarkan data yang ada di BKPM, investasi Korea Selatan sepanjang tahun 2019 lalu berada pada peringkat 7 dengan total investasi sebesar US$ 1,07 miliar.

  3. 3. Pasien meninggal karena virus corona mencapai 191 orang

    Petugas ambulans dengan pakaian pelindung tiba bersama seorang pasien di Rumah Sakit Severo Ochoa di tengah wabah virus corona (COVID-19) di Leganes, Spanyol, Kamis (26/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Susana Vera
    Petugas ambulans dengan pakaian pelindung tiba bersama seorang pasien di Rumah Sakit Severo Ochoa di tengah wabah virus corona (COVID-19) di Leganes, Spanyol, Kamis (26/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Susana Vera

    Pasien COVID-19 yang meninggal di Indonesia bertambah menjadi 191 dari jumlah sebelumnya, 181 orang. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang kasus virus corona terbanyak yaitu 1.028. Lalu peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat dengan 247 kasus, dilanjutkan Banten 173 kasus.

    Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 32 provinsi di Indonesia:

    1. Aceh 5 kasus
    2. Bali 32 kasus
    3. Banten 173 kasus
    4. Bangka Belitung 2 kasus
    5. Bengkulu 2 kasus
    6. Yogyakarta 33 kasus
    7. DKI Jakarta 1.028 kasus
    8. Jambi 2 kasus
    9. Jawa Barat 247 kasus
    10. Jawa Tengah 120 kasus
    11. Jawa Timur 152 kasus
    12. Kalimantan Barat 10 kasus
    13. Kalimantan Timur 24 kasus
    14. Kalimantan Tengah 11 kasus
    15. Kalimantan Selatan 8 kasus
    16. Kalimantan Utara 8 kasus
    17. Kepulauan Riau 8 kasus
    18. Nusa Tenggara Barat 7 kasus
    19. Sumatera Selatan 12 kasus
    20. Sumatera Barat 8 kasus
    21. Sulawesi Utara 3 kasus
    22. Sulawesi Tenggara 5 kasus
    23. Sumatera Utara 25 kasus
    24. Sulawesi Selatan 82 kasus
    25. Sulawesi Tengah 4 kasus
    26. Lampung 11 kasus
    27. Riau 10 kasus
    28. Maluku Utara 1 kasus
    29. Maluku 1 kasus
    30. Papua Barat 2 kasus
    31. Papua 18 kasus
    32. Sulawesi Barat 1 kasus

    Selain itu, ada 37 kasus yang masih dalam proses verifikasi di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More