Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Andrie Yunus Keberatan Kasus Air Keras Berakhir di Pengadilan Militer

Andrie Yunus Keberatan Kasus Air Keras Berakhir di Pengadilan Militer
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
  • Andrie Yunus menolak kasus penyiraman air keras terhadap dirinya disidangkan di pengadilan militer karena dianggap berpotensi melanggengkan impunitas bagi pelaku dari kalangan TNI.
  • Ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk teror untuk menakut-nakuti gerakan masyarakat sipil dan mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta independen guna mengungkap aktor intelektual di baliknya.
  • Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, mengungkap Andrie berisiko mengalami kebutaan permanen akibat luka bakar parah di wajah dan mata kanan, serta masih menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, keberatan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya akan berakhir di pengadilan militer. Ia pun mengajukan mosi tidak percaya terhadap proses peradilan yang akan bergulir di Pengadilan Militer, Jakarta.

"Siapapun pelakunya baik sipil maupun terindikasi keterlibatan militer harus diadili di peradilan umum. Saya keberatan dan menyampaikan mosi tidak percaya jika proses penegakan hukum dilakukan melalui peradilan militer," ujar cendikiawan, Sukidi, ketika membacakan surat Andrie tertanggal 3 April 2026 di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Andrie tegas mengatakan peradilan militer menjadi sarang impunitas bagi prajurit TNI yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Apalagi selama ini, Andrie dan KontraS lantang menentang prajurit TNI yang melakukan pelanggaran tindak pidana umum malah diadili di pengadilan militer.

1. Teror air keras ditujukan untuk menciptakan ketakutan kepada masyarakat sipil

Andrie Yunus
Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Lebih lanjut, upaya pembunuhan terhadap Andrie dengan cara menyiramkan air keras bukan hanya bentuk teror yang ditujukan bagi aktivis KontraS belaka.

"Teror ini ditujukan untuk menciptakan politik ketakutan terhadap gerakan perjuangan masyarakat melawan penindasan dan menolak militerisme," tulis Andrie di dalam suratnya itu.

Maka, Andrie mendorong masyarakat sipil untuk mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen yang melibatkan banyak unsur.

"Harapannya hasil TGPF independen mampu menelusuri aktor intelektual dan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan," katanya.

2. Andrie Yunus tetap berharap pelaku diadili di peradilan umum

Andrie Yunus, air keras
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ketika tapping program siniar di kantor YLBHI sebelum disiram air keras. (Tangkapan layar YouTube YLBHI)

Andrie juga tetap berharap pertanggungjawaban hukum para pelaku tetap dilakukan di peradilan umum dan bukan peradilan militer. Sebab, potensi impunitas besar bila kasusnya bergulir di peradilan militer.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS bidang eksternal itu sebelumnya juga menyebut, para pelaku yang menyiramnya dengan air keras sebagai pengecut. Ia menegaskan bahwa dia akan tetap kuat dan tegar dengan segala dukungan yang diberikan publik kepadanya.

"Saya akan tetap kuat, tetap tegar dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. Aluta continua, panjang umur perjuangan," katanya di dalam pesan suara yang diunggah KontraS di akun media sosialnya, Kamis (2/4/2026) lalu.

3. Andrie Yunus terancam alami kebutaan permanen

Muhammad Isnur, YLBHI
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru'. (Tangkapan layar Youtube IDN Times)

Sementara, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkap potensi Andrie Yunus alami kebutaan permanen. Hal itu lantaran rembesan dari cairan air keras sudah masuk ke mata sebelah kanan Andrie. Hingga kini Andrie masih dirawat di fasilitas High Care Unit (HCU) RSCM, Jakarta Pusat.

"Ternyata di matanya itu, lukanya terus merembes. Kami khawatir betul ada potensi kebutaan total dan bola matanya harus dicabut. Jadi, itu yang membuat kami juga sedih," ujar Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru by IDN Times pada Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, air keras yang disiram ke bagian wajah dan tubuh Andrie sangat pekat. Terbukti lebih dari 20 persen bagian kanan tubuh Andrie mengalami luka bakar.

"Ini tujuannya memang untuk melukai," tutur dia.

Ia juga mengungkapkan, di bagian tubuh lainnya yang mengalami luka bakar harus dilakukan operasi. Jaringan kulit dari bagian lain tubuh Andrie digunakan untuk menggantikan bagian yang kena luka bakar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More