Anggota DPR Minta Kampung Internet Bisa Dorong Kapasitas Ekonomi Lokal

- Yudha Novanza Utama menyoroti program Kampung Internet yang telah menjangkau 1.282 titik akses dan mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui transformasi digital.
- Program ini dinilai mampu mempercepat pemerataan konektivitas antara kota dan desa, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan publik di wilayah pedesaan.
- Kemkomdigi meluncurkan Program Kampung Internet 2025 dengan target pembangunan 1.194 titik baru di lima provinsi untuk mendukung RPJMN 2025–2029 dan memperkuat ekosistem digital nasional.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, menyoroti perluasan akses digital melalui pembentukan Kampung Internet yang telah menjangkau 1.282 titik akses di berbagai wilayah Indonesia.
Yudha meminta agar program ini didorong untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di pedesaan sehingga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui platform digital.
"Transformasi digital di desa harus dipastikan tidak berhenti pada akses semata, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, program Kampung Internet telah menunjukkan dampak positif yang nyata,” kata Yudha kepada jurnalis, Senin (27/4/2026).
1. Kampung Internet atasi kesenjangan kota dan desa

Dia menyoroti kehadiran jaringan berbasis fiber optik di wilayah desa mampu meningkatkan kualitas konektivitas secara signifikan.
Menurut dia, program Kampung Internet merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, khususnya dalam menjembatani kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
“Saya mengapresiasi inisiatif Kampung Internet yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di daerah,” ujar politikus Fraksi Golkar itu.
2. Dorong Komdigi perluas kampung internet

Yudha juga mengapresiasi upaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan teknis dan pemberdayaan generasi muda, termasuk keterlibatan siswa SMK dalam pengelolaan jaringan melalui skema seperti Telcohub.
Langkah tersebut dinilai penting agar ekosistem digital di tingkat lokal terus berkelanjutan, sekaligus menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengelola infrastruktur teknologi.
Di sisi lain, dia mendorong Kemkomdigi terus memperluas program Kampung Internet dengan memperhatikan aspek pemerataan, kualitas layanan, serta literasi digital masyarakat.
"Sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara inklusif di seluruh wilayah Indonesia," kata dia.
3. Kampung internet diharapkan jadi motor penggerak

Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan Program Kampung Internet 2025 untuk memperluas akses internet hingga ke pelosok desa. Sebanyak 1.194 titik penerima manfaat akan dibangun di lima provinsi, dimulai dengan 307 titik di Sumatra Utara.
Program ini sekaligus mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen, jaringan fiber optik hingga 90 persen kecamatan, dan kecepatan layanan 100 Mbps pada 2029.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, menegaskan pentingnya akses internet bagi masyarakat desa.
"Dengan Kampung Internet, anak-anak sekolah bisa belajar lebih mudah, UMKM bisa memperluas pasar, dan layanan publik desa makin cepat. Inilah motor penggerak kemajuan desa di era digital,” ujar Meutya dalam siaran pers pada Senin, 29 September 2025.

















