Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BGN Bantah Kabar Balita di Cianjur Tewas Akibat Makan MBG

BGN Bantah Kabar Balita di Cianjur Tewas Akibat Makan MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BGN menegaskan kabar meninggalnya balita di Cianjur akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak benar dan menyatakan makanan program tersebut aman dikonsumsi.
  • Makanan MBG diberikan pada 14 April 2026 dengan menu mi kecap, telur dadar, susu, dan buah, sementara tambahan apel serta susu formula berasal dari orang tua anak.
  • Gejala muntah muncul dua hari setelah konsumsi MBG, tanpa kasus serupa pada ribuan penerima lain; BGN menyampaikan duka cita atas wafatnya M. Abdul Bais.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, membantah kabar meninggalnya balita bernama M. Abdul Bais di Cianjur akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena program MBG," ujar Nanik di Jakarta, dalam keterangan, Senin (27/4/2026).

1. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah

SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)
SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Nanik mengatakan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles kepada penerima manfaat pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

"Pada malam harinya serta keesokan pagi, orangtua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri, di luar program MBG," kata dia.

2. Anak alami muntah-muntah

Layanan pasien cuci darah di RSCM, Kamis (12/2/2026)
Layanan pasien cuci darah di RSCM, Kamis (12/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Nanik mengatakan, gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Dia menyebut, dari total 2.174 penerima manfaat MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," ujar dia.

3. BGN sampaikan duka cita

BGN Bantah Kabar Balita di Cianjur Tewas Akibat Makan MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Nanik menambahkan, almarhum terakhir mengonsumsi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Pada Rabu, 15 April 2026, anak tersebut tidak mengonsumsi MBG karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 06.00 berupa muntah dan diare.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujar Nanik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More