Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kuba Mau Terima Bantuan Kemanusiaan dari AS Senilai Rp1,7 Triliun

Kuba Mau Terima Bantuan Kemanusiaan dari AS Senilai Rp1,7 Triliun
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)
Intinya Sih
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan siap menerima bantuan kemanusiaan AS senilai Rp1,7 triliun jika disalurkan melalui lembaga internasional untuk memenuhi kebutuhan BBM, makanan, dan obat-obatan.
  • Pemerintah AS melalui Menlu Marco Rubio menegaskan tawaran bantuan akan disalurkan lewat Gereja Katolik dan organisasi independen guna membantu rakyat Kuba menghadapi krisis energi dan ekonomi.
  • Kuba menuding blokade energi AS sebagai penyebab utama krisis listrik parah hingga 20 jam per hari, serta menilai sanksi tersebut sengaja dibuat untuk memicu ketidakpuasan warga terhadap pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa tidak akan menolak bantuan dari Amerika Serikat (AS) senilai 100 juta dolar AS (Rp1,7 triliun). Bantuan tidak akan ditolak jika disalurkan di bawah lembaga internasional.

“Jika pemerintah AS memang siap untuk menyediakan bantuan yang sudah diumumkan. Tidak akan ada halangan untuk masuk ke Kuba. Prioritas kebutuhan di Kuba adalah bahan bakar minyak (BBM), makanan, dan obat-obatan,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Jumat (15/5/2026).

Beberapa bulan terakhir, Kuba sudah dilanda krisis energi akut usai blokade dari AS. Negara Karibia itu juga sudah menyatakan niat untuk bernegosiasi dengan Washington dalam menyelesaikan ketegangan. 

1. AS menawarkan kembali bantuan kemanusiaan ke Kuba

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengungkapkan kembali tawaran bantuan kemanusiaan senilai Rp1,7 triliun ke Kuba. Bantuan itu akan diserahkan kepada rakyat Kuba melalui koordinasi dengan Gereja Katolik dan organisasi independen. 

Dilansir EFE, Washington menyatakan bahwa sekarang keputusan ada di tangan Havana mau menerima atau tidak. Sementara itu, bantuan kemanusiaan tersebut krusial bagi Kuba untuk mengatasi krisis di negaranya. 

Sebelumnya, Rubio menyebut sudah menawarkan sejumlah bantuan kepada Kuba. Selain bantuan kemanusiaan langsung, bantuan lainnya berupa dukungan layanan internet satelit gratis. 

2. Kuba sebut AS sengaja mencekik negaranya

Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel.
Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Sehari sebelumnya, Diaz-Canel menuding AS sengaja mencekik negaranya dengan blokade energi. Alhasil, Kuba terdampak krisis energi akut lantaran tidak bisa mengimpor minyak dari negara lain. 

“Pemadaman listrik semakin memburuk di Kuba yang disebabkan oleh satu hal, yakni blokade energi genosida yang dilakukan oleh AS kepada Kuba. Mereka mengancam tariff tidak masuk akal kepada setiap negara yang mengirimkan BBM ke Kuba,” ungkapnya. 

3. Tuding AS sengaja picu demonstrasi di Kuba

suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)

Pemerintah Kuba mengatakan, AS berniat menunjukkan kepada dunia konsekuensi dari buruknya manajemen pemerintah Kuba. Faktanya, blokade AS ini bertujuan untuk menyulitkan rakyat Kuba. 

Pemerintah setempat menyebut sanksi kepada Kuba memiliki tujuan utama menyulitkan warga dan membuat warga menderita. Alhasil, warga Kuba marah dan memprotes pemerintah. 

Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman listrik bergilir di Kuba semakin sering imbas krisis energi. Bahkan di sejumlah area pemadaman listrik mencapai 20 jam dan di Havana aliran listrik padam hingga 15 jam berturut-turut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More