Bendung Katulampa Siaga 3 Malam Ini, Jakarta Siap-Siap Banjir Kiriman

- Debit air tembus ratusan ribu liter per detik, mengalir menuju Jakarta dalam 6-9 jam ke depan.
- Kondisi hulu Puncak sulit diprediksi, fluktuasi air tergantung pada cuaca di pegunungan. Potensi naik status menjadi Siaga 2 jika hujan deras kembali.
- Koordinasi ketat dengan Pemprov DKI Jakarta, petugas bersiaga 24 jam untuk memantau pergerakan air dan memberikan informasi kepada warga hilir.
Bogor, IDN Times - Intensitas hujan yang tinggi di kawasan hulu, Puncak, Bogor, berdampak pada kenaikan debit air Sungai Ciliwung. Per Jumat malam (23/1/2026) malam, Bendung Katulampa resmi ditetapkan dalam status Siaga 3.
Bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, khususnya di wilayah DKI Jakarta, diimbau waspada terhadap potensi banjir kiriman.
Berdasarkan data terbaru dari Satpel Ciliwung, ketinggian air di Bendung Katulampa terus merangkak naik sejak Jumat pagi. Hingga pukul 19.00 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) tercatat berada di angka 90 cm.
Meskipun sempat menyentuh angka 110 cm pada siang hari, posisi malam ini masih tertahan di level Waspada atau Siaga 3, dengan kondisi cuaca di lokasi terpantau mendung.
1. Debit air tembus ratusan ribu liter per detik

Volume air yang mengalir menuju Jakarta saat ini sangat besar. Data UPTD PSDA WS Ciliwung-Cisadane menunjukkan debit air limpas mencapai 113.417 liter per detik.
Sementara, untuk Intake Saluran Induk Katulampa, TMA berada di angka 30 cm dengan debit air 2.248 liter per detik. Aliran ini diprediksi akan sampai di Jakarta dalam waktu 6 hingga 9 jam ke depan.
2. Kondisi hulu Puncak sulit diprediksi

Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, menjelaskan fluktuasi air sangat bergantung pada cuaca di wilayah pegunungan. Jika hujan deras kembali mengguyur Puncak malam ini, ada kemungkinan status akan naik menjadi Siaga 2.
"Saat ini Bendung Katulampa masih berada di level Siaga 3. Ketinggian air belum bisa dipastikan stabil karena sangat bergantung pada curah hujan di hulu sungai. Bisa saja turun, namun ada potensi naik kembali," ujar Alwan.
3. Koordinasi ketat dengan Pemprov DKI Jakarta

Petugas POB (Pusat Olah Data Bendung), A. Suwanda dan M. Alwan, terus bersiaga 24 jam untuk memantau pergerakan air. Informasi mengenai kenaikan TMA ini telah diteruskan secara berkala kepada pihak terkait di Jakarta, agar langkah antisipasi bisa segera diambil.
Warga di wilayah hilir seperti Rawajati, Kalibata, hingga Kampung Melayu, dan masyarakat di bantar sungai Ciliwung diharapkan mulai mengamankan barang-barang berharga mereka sebagai bentuk mitigasi dini.


















