Berbagai Alasan Pemudik Lebih Pilih Naik Kereta Ketimbang Bus

- Kereta api tetap jadi pilihan utama pemudik karena dianggap lebih nyaman, efisien, dan memiliki jadwal yang lebih pasti dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
- Banyak pemudik beralih ke kereta setelah mengalami keterlambatan dan gangguan saat menggunakan bus, termasuk penundaan keberangkatan hingga kendaraan mogok di perjalanan.
- Bus kini menjadi opsi terakhir bagi sebagian pemudik yang gagal mendapatkan tiket kereta akibat tingginya permintaan dan sistem pembelian online yang kompetitif.
Jakarta, IDN Times - Moda transportasi kereta api masih jadi primadona bagi sejumlah pemudik yang pulang kampung di sekitar Pulau Jawa saat Idul Fitri 1447 Hijriah. Kereta api dianggap lebih efektif dan efisien ketimbang bus.
Momen mudik Lebaran memang selalu penuh cerita, mulai dari drama tiket hingga strategi berburu transportasi. Hal ini juga dirasakan Bekti, yang harus “war tiket” demi bisa pulang kampung ke Jogja.
Alih-alih mulus sejak awal, perjalanan mendapatkan tiket justru penuh perjuangan. Tapi seperti banyak pejuang mudik lainnya, usaha ekstra itu akhirnya terbayar lunas.
Bekti mengaku sempat gagal saat pertama kali berburu tiket kereta. Namun, kesempatan kedua datang lewat informasi tambahan kuota yang diumumkan di media sosial.
“Sebenarnya war tiket yang kedua baru dapat. Kalau yang pertama enggak dapat kan. Nah yang kedua itu ada pengumuman di Instagram tuh ada tambahan gitu. Ya udah, enggak tidur jam 12, begitu buka langsung dapat,” ujar dia saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
1. Kereta jauh lebih terprediksi dibandingkan transportasi darat lainnya

Demi momen mudik, begadang pun jadi hal yang rela dilakukan. Baginya, yang penting tiket di tangan dulu, urusan lain bisa menyusul.
Uniknya, Bekti punya strategi sendiri soal mudik. Ia memilih menyesuaikan jadwal libur dengan tiket yang berhasil didapat, bukan sebaliknya.
“Menyesuaikan sih. Jadi dapat tiket dulu baru ambil cuti,” katanya sambil tertawa.
Meski menargetkan tanggal tertentu, ia tetap fleksibel. Bahkan, jika tidak mendapat tiket sesuai rencana, Bekti sudah menyiapkan opsi lain seperti bus, travel, hingga pesawat sebagai pilihan terakhir.
Dari sekian banyak moda transportasi, kereta api tetap jadi pilihan utama Bekti. Alasannya sederhana, lebih nyaman dan lebih pasti.
“Pertama lebih nyaman. Karena kan di dalam kita bisa misalnya capek, pegal bisa jalan lah gitu. Kalau di bus gitu kan enggak ya,” jelasnya.
Selain itu, faktor ketepatan waktu juga jadi pertimbangan penting. Menurutnya, perjalanan dengan kereta jauh lebih terprediksi dibandingkan transportasi darat lainnya.
“Iya tepat waktu kalau kereta kan tepat waktu, terus punya jalur sendiri ya. Jadi kayak estimasi waktu sampainya tuh udah pasti,” tambahnya.
2. Kereta api lebih tepat waktu dan jarang gangguan

Sementara, Gilang Herlambang (25) mengaku kapok naik bus untuk mudik lebaran ke kampung karena punya pengalaman buruk. Gilang bersama keluarganya pernah tertahan di terminal karena bus yang dipesan datang terlambat.
"Wah kacau kalau bus nggak kuat saya. Kayaknya mending nggak mudik dulu, dulu pernah mudik lebaran pesan bus jam 17.00 WIB, tapi busnya baru dateng jam 23.00 WIB. Saya dan keluarga ngemper sampai 6 jam," kata dia saat ditemui di Stasiun Kutoarjo, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026).
Selain itu, bus yang dinaikinya juga sempat mogok sehingga harus transit, menunggu beberapa jam bus darurat datang.
"Pernah juga saya naik bus mogok di jalan. Jadi nunggu bus penyelamat datang. Kita nunggu di pinggir jalan bareng penumpang lainnya," ucap Gilang.
"Belum lagi kadang busnya juga kotor karena gak sempat dibersihkan, langsung jalan lagi," sambungnya.
Dengan berbagai peristiwa itu, kini Gilang mengaku lebih memilih kereta sebagai transportasi utama untuk pulang ke kampung halaman.
3. Bus jadi opsi terakhir

Senada, penumpang bus bernama Diah (41) mengatakan lebih suka naik kereta untuk mudik karena perjalanannya cenderung lancar.
"Kita nggak perlu macet-macet lagi di tol, di jalanan," tuturnya saat ditemui di Terminal Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Diah menyebut, ia terpaksa mudik naik bus karena kehabisan tiket kereta. Beberapa tahun terakhir, Diah sekeluarga mengaku kesulitan dapat tiket kereta karena sistem "war ticket" secara online.
"Kalau bisa naik kereta, ya pilih naik kereta. Ini naik bus opsi terakhir, kemarin kehabisan tiket kan," imbuh dia.


















