Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter
Presiden Prabowo Subianto (dok. Tim Media Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menyebut Indonesia kekurangan sekitar 140 ribu dokter dan berencana membangun universitas kedokteran baru beserta rumah sakit riset untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis nasional.
  • Data BPS dan Kemenkes menunjukkan jumlah dokter masih di bawah rasio ideal WHO, namun angka kekurangan bervariasi tergantung metode perhitungan yang digunakan oleh masing-masing lembaga.
  • Rencana pembangunan 10 kampus kedokteran berstandar internasional belum tercatat sebagai kebijakan resmi, meski Prabowo menegaskan komitmennya membuka pendidikan dokter gratis bagi anak-anak Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia kekurangan dokter dan berencana menambah kampus kedokteran, saat berdiskusi dengan jurnalis, pengamat, dan ahli di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2026

Dalam forum tersebut, Prabowo menyebut Indonesia kekurangan hingga 140 ribu dokter, dan pemerintah berencana membangun sejumlah universitas atau fakultas kedokteran baru beserta rumah sakit risetnya.

Berdasarkan penelusuran data resmi, klaim kekurangan dokter memiliki dasar, namun tidak bersifat tunggal. Mengacu standar World Health Organization, rasio ideal adalah 1 dokter per 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, kebutuhan dokter memang belum sepenuhnya terpenuhi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemenkes, jumlah tenaga medis atau dokter di Indonesia mencapai sekitar 207.174 orang pada akhir 2024, yang mencakup dokter umum, spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis. Rasio dokter masih rendah, sekitar hingga per 1.000 penduduk, di bawah standar WHO.

1. Kekurangan dokter bergantung metode penghitungan

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan jumlah dokter masih berada di bawah rasio ideal tersebut. Dalam pendekatan ini, selisih kebutuhan dapat mendekati 130 ribu hingga 140 ribu dokter.

Namun, terdapat perbedaan angka jika menggunakan metode penghitungan lain. Sejumlah data menyebut jumlah dokter Indonesia sudah lebih tinggi, sehingga kekurangan tidak selalu mencapai angka yang disebutkan. Hal ini menunjukkan klaim tersebut bersifat kontekstual dan bergantung pada indikator yang digunakan.

2. Rencana kampus kedokteran hingga saat ini

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Sementara itu, terkait rencana pembangunan kampus kedokteran, pernyataan Prabowo juga belum sepenuhnya konsisten. Dalam beberapa kesempatan, dia menyampaikan rencana ekspansi besar pendidikan dokter, bahkan hingga ratusan fakultas.

Adapun rencana pembangunan 10 kampus kedokteran beserta rumah sakit riset yang disampaikan dalam forum tersebut, belum tercatat sebagai kebijakan resmi yang dirinci secara teknis oleh pemerintah.

Pemerintah berencana membangun 10 universitas khusus pendidikan kedokteran berstandar internasional. Presiden Prabowo mengatakan, pembangunan itu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia yang masih kurang sekitar 140 ribu orang.

"Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," kata Prabowo dikutip dari laman Sekretariat Presiden, Rabu, 21 Januari 2026.

Rencana pembangunan kampus kedokteran juga pernah disampaikan Prabowo saat peresmian 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Prabowo mengatakan seluruh kampus yang akan dibangun itu digratiskan bagi anak-anak Indonesia, dibiayai penuh negara.

"Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak, dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran," ujar Presiden Prabowo, Senin, 12 Januari 2026.

3. Kerap sampaikan hal ini

CEK FAKTA: Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Saat masih menjadi calon presiden nomor, Prabowo juga pernah menyampaikan Indonesia masih mengalami kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Pernyataan itu disampaikan dalam debat capres pada Minggu, 4 Februari 2024, saat ia memaparkan visi dan misi bertajuk Strategi Transformasi Bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menilai, kekurangan tenaga medis menjadi persoalan serius yang perlu segera diatasi. Dia menyebut salah satu langkah yang akan ditempuh adalah dengan menambah jumlah fakultas kedokteran di Indonesia secara signifikan.

Menurut Prabowo, jumlah fakultas kedokteran yang saat ini sekitar 92 perlu ditingkatkan hingga ratusan, dengan target mencapai 300 fakultas, guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter nasional.

Dengan demikian, pernyataan yang disampaikan di Hambalang tersebut sebagian benar untuk aspek kekurangan dokter, namun rencana pembangunan kampus kedokteran masih memerlukan kejelasan dalam bentuk kebijakan konkret.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More