Delvis Rettob Terpilih Jadi Ketua PP PMKRI, Serukan Soliditas Kader

- Delvis Rettob terpilih sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028 dalam Sidang MPA XXXIII di Ruteng, setelah meraih 43 suara pada putaran pertama.
- Setelah kandidat Exen meninggalkan arena sebelum putaran kedua, forum MPA menetapkan Delvis sebagai ketua. Ia mengajak kader menjaga persaudaraan dan soliditas di tengah perbedaan politik.
- Kepemimpinan Delvis diarahkan pada konsolidasi internal, kemitraan, dan respons isu bangsa. Sejumlah kader berharap pengurus baru memperkuat kaderisasi, menyerap aspirasi cabang, serta membela kelompok rentan.
Jakarta, IDN Times – Christian Alesandro Delviero Rettob alias Delvis Rettob resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.
Delvis terpilih dalam Sidang MPA XXXIII PMKRI yang digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/7/2026). Usai terpilih, Delvis menyerukan seluruh kader untuk kembali memperkuat soliditas dan menjaga persaudaraan di tengah dinamika organisasi.
1. Raih suara terbanyak pada putaran pertama

Pemilihan Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026-2028 diikuti sembilan kandidat dari berbagai cabang. Mereka, yakni Popin dari Surabaya, Bhre dari Semarang, Jonas dari Yogyakarta, Mone dari Kupang, Delvis dari Ambon, Ferdy dari Bogor, Exen dari Malang, Nardin dari Ruteng, dan Roland dari Denpasar.
Dalam putaran pertama, Delvis meraih suara terbanyak dengan 43 suara. Sementara Exen memperoleh 13 suara, Mone dan Jonas masing-masing delapan suara, Roland empat suara, Bhre tiga suara, Popin dan Nardin masing-masing dua suara, serta Ferdy satu suara. Selain itu, terdapat tiga suara tidak sah.
Delvis dan Exen kemudian melaju ke putaran kedua. Namun, sebelum pemungutan suara putaran kedua berlangsung, Exen selaku kandidat meninggalkan arena. Berdasarkan tata tertib dan agenda persidangan, forum MPA akhirnya menyepakati Delvis ditetapkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.
Usai terpilih, Delvis menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabang yang telah menyukseskan rangkaian Kongres dan MPA. Ia menilai seluruh proses yang berlangsung panjang dan penuh dinamika tetap dapat berjalan dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan.
“Keberhasilan Kongres dan MPA ini merupakan hasil kerja keras seluruh cabang PMKRI se-Indonesia. Prosesnya memang penuh dinamika, tetapi berjalan dalam kehangatan dan semangat persaudaraan,” ujar Delvis.
2. Tekankan pentingnya konsolidasi internal

Delvis mengatakan, kepemimpinannya ke depan akan diarahkan untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Hal itu mencakup pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, hingga organisasi sosial dan kemasyarakatan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya melakukan reposisi dan konsolidasi internal PMKRI di seluruh Indonesia. Menurutnya, penguatan internal diperlukan agar organisasi mampu merespons berbagai persoalan bangsa, termasuk ketimpangan pembangunan dan kebijakan yang belum merata.
Delvis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai, para senior, serta masyarakat Manggarai yang telah menerima seluruh peserta dengan hangat melalui adat dan budaya setempat.
Di tengah dinamika yang terjadi selama kongres, Delvis mengajak seluruh kader kembali menjaga marwah organisasi dan memperkuat soliditas.
“Perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi. Mari kita kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI,” ujarnya.
Ia berharap PMKRI ke depan dapat semakin kritis, mandiri, solid, dan relevan dalam menjalankan peran pelayanan bagi Gereja, bangsa, dan negara.
3. Kader harap pengurus baru perkuat kaderisasi
Ketua Cabang Penyelenggara Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI, Margareta Kartika berharap kepemimpinan baru dapat membawa PMKRI terus bertumbuh sebagai gerakan kader yang beriman, intelektual, serta berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai PMKRI perlu diwujudkan melalui penguatan kaderisasi, solidaritas antarcabang, serta gerakan yang responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“PMKRI harus terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas, sekaligus menghadirkan program kaderisasi dan gerakan yang konkret, berbasis data, serta berpihak kepada kelompok kecil dan rentan,” ujar Kartika.
Harapan serupa disampaikan Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya, Alponsus Nuno Maria. Ia berharap Delvis bersama jajaran pengurus baru dapat melanjutkan sekaligus melengkapi berbagai program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya.
Alponsus juga berharap kepemimpinan baru lebih aktif turun langsung ke cabang-cabang untuk menyerap aspirasi dan memahami persoalan yang dihadapi kader di daerah.
“Harapannya, Ketua Presidium dan pengurus baru dapat turun langsung ke cabang-cabang, mendengar serta memahami berbagai persoalan yang ada. Dengan begitu, kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan cabang,” kata Alponsus.
Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Jayapura, Christo Uropmabin, berharap pengurus pusat di bawah kepemimpinan Delvis memberikan perhatian lebih besar terhadap penguatan kaderisasi. Menurutnya, hal tersebut penting agar kader PMKRI dapat berperan di berbagai lini kehidupan.
Ia juga meminta pengurus baru menjalankan visi dan misi organisasi dengan terus mendengarkan suara kelompok lemah dan tidak berdaya tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun latar belakang budaya.
“Pengurus baru harus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi internal, sekaligus memberi perhatian terhadap berbagai persoalan di Papua. PMKRI harus tetap hadir untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta memperjuangkan mereka yang lemah dan kurang didengar,” kata Christo.

















