Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dewan Keamanan PBB Kutuk Aksi yang Tewaskan 3 TNI Pasukan Perdamaian UNIFIL

Dewan Keamanan PBB Kutuk Aksi yang Tewaskan 3 TNI Pasukan Perdamaian UNIFIL
Tampak depan markas UNIFIL di area Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)
Intinya Sih
  • Dewan Keamanan PBB mengutuk ledakan di Lebanon yang menewaskan tiga dan melukai lima pasukan perdamaian Indonesia dalam misi UNIFIL, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
  • Dewan Keamanan menegaskan dukungan penuh terhadap UNIFIL dan mendesak semua pihak menjaga keselamatan personel serta menghormati kebebasan gerak misi sesuai hukum internasional.
  • PBB menekankan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan, meminta penyelidikan atas insiden tersebut, dan menyerukan pelaksanaan resolusi terkait kedaulatan Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk insiden yang menyebabkan gugurnya tiga personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Personel TNI itu gugur akibat ledakan di dalam sebuah posisi UNIFIL pada 29 Maret 2026, yang kemudian disusul ledakan lain yang menghantam konvoi logistik pada hari berikutnya.

Dalam pernyataan persnya, anggota Dewan Keamanan PBB menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.

“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia. Juga menyampaikan belasungkawa kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian pernyataan Dewan Keamanan, dikutip Kamis (2/4/2026).

1. Lima penjaga perdamaian terluka

Satgas MTF
Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL tiba di Tanah Air usai 14 bulan bertugas di Lebanon. (Dokumentasi TNI AL)

Selain tiga personel tewas, lima penjaga perdamaian lainnya juga mengalami luka-luka akibat rangkaian peristiwa tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden lain juga dilaporkan berdampak pada posisi UNIFIL dan menyebabkan personel misi tersebut terluka, di tengah berlanjutnya permusuhan di sepanjang Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel.

Mereka juga menyampaikan doa bagi personel yang mengalami luka-luka agar segera pulih, serta memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian seluruh penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa demi perdamaian dan keamanan internasional. Apresiasi mendalam juga diberikan pada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL.

2. Tegaskan dukungan untuk UNIFIL

Satgas Indobatt TNI Angkatan Darat (AD) yang bertugas di UNIFIL serahkan 100 hewan kurban ke masyarakat. (Dokumentasi Puspen TNI)
Satgas Indobatt TNI Angkatan Darat (AD) yang bertugas di UNIFIL serahkan 100 hewan kurban ke masyarakat. (Dokumentasi Puspen TNI)

Dewan Keamanan PBB menegaskan kembali dukungannya terhadap misi UNIFIL dan meminta seluruh pihak menjaga keselamatan personel penjaga perdamaian.

“Kami menegaskan kembali dukungan penuh mereka terhadap UNIFIL, dan mendesak semua pihak untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna menghormati keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas UNIFIL, serta kebebasan bergerak misi tersebut, sesuai dengan hukum internasional, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian,” bunyi pernyataan itu.

3. Penjaga perdamaian tidak boleh jadi sasaran serangan

Satgas MTF Lebanon
Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL tiba di Tanah Air usai 14 bulan bertugas di Lebanon. (Dokumentasi TNI AL)

Dewan Keamanan juga menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan serta meminta penyelidikan atas insiden tersebut.

“Kami mengingatkan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan. Juga menyerukan kepada PBB untuk menyelidiki insiden-insiden ini melalui UNIFIL dan terus menginformasikan perkembangan kepada negara penyumbang pasukan yang relevan, sejalan dengan tujuan resolusi Dewan Keamanan 2518 (2020) dan 2589 (2021),” demikian pernyataan Dewan Keamanan.

Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga menyerukan kepada semua pihak untuk melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006) serta menegaskan kembali komitmen terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

4. Dewan Keamanan PBB ungkap hasil temuan awal sumber ledakan

Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix mengungkap hasil awal temuan ledakan yang menyebabkan gugurnya dua prajurit TNI. Ia menyebut, kendaraan yang ditumpangi dua prajurit TNI hancur akibat ledakan dari benda yang ditanam di pinggir jalan. Alat tersebut terlihat menghancurkan kendaraan yang menjadi konvoi operasional UNIFIL.

"Serangan mematikan itu kemungkinan besar disebabkan oleh IED (improvised explosive device)," ujar Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, pada Selasa kemarin, dikutip dari stasiun berita BBC.

IED merupakan perangkat peledak yang dirakit dari bahan-bahan yang tersedia secara umum lalu digunakan untuk membunuh atau merusak target. Umumnya IED turut dilengkapi dengan sistem pemicu.

Dua prajurit TNI yang gugur pada Senin (30/3/2026) diketahui Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Sedangkan, Praka Fahrizal Rhomadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat terkena serangan artileri militer Israel.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More