Comscore Tracker

183 PMI Tiba di Indonesia, Kemensos Janji Beri Bantuan Kewirausahan 

Kemensos ingin ubah mindset para PMI

Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial mengawal kepulangan 183 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menginstruksikan agar memberikan layanan kepada PMI yang tiba di tanah air.

Risma menerangkan, petugas di setiap sentra telah mengidentifikasi latar belakang serta berbagai masalah yang kerap dihadapi, mulai dari kekerasan yang dilakukan majikan sampai gaji yang tidak dibayarkan.

"Para pendamping akan mengubah cara berpikir PMI. Selama ini mereka berpikir jika bekerja di luar negeri membuat ekonominya lebih baik, namun ternyata tidak juga," ujar Risma dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

1. Ada 183 PMI dari Arab Saudi, Malaysia, dan Kamboja

183 PMI Tiba di Indonesia, Kemensos Janji Beri Bantuan Kewirausahan Kementerian Sosial mengawal kepulangan 183 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi dan Malaysia. (dok. Kemensos)

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi, menjelaskan bahwa 183 PMI tersebut terdiri dari 41 Pekerja PMI dari Arab Saudi. Kemudian, ada 137 PMI dari Malaysia yang dideportasi, lalu 5 orang dari Kamboja.

"Sehingga total terdapat 183 PMI, di mana mereka kembali ke tanah air secara bergelombang dari akhir April hingga 5 Mei 2022," paparnya.

2. Kemensos akan memberikan arahan

183 PMI Tiba di Indonesia, Kemensos Janji Beri Bantuan Kewirausahan Kementerian Sosial mengawal kepulangan 183 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi dan Malaysia. (dok. Kemensos)

Kanya menambahkan, Kemensos akan mengarahkan mereka agar bisa mendapatkan penghasilan yang layak di negeri sendiri.

"Kita akan yakinkan jika kembali ke Indonesia akan membuat keadaan mereka lebih baik, terlebih sebelumnya beberapa mendapatkan perlakuan buruk oleh majikannya saat bekerja di luar negeri," kata Kanya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, 64.811 Pekerja Migran Indonesia Kembali ke Tanah Air

3. Bantuan kewirausahan jadi prioritas

183 PMI Tiba di Indonesia, Kemensos Janji Beri Bantuan Kewirausahan IDN Times/Indiana Malia

Lebih lanjut Kanya menerangkan, mereka akan mendapatkan layanan dan pendampingan di sentra milik Kemensos sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi.

"Sentra yang akan menindaklanjuti, disesuaikan dengan wilayah kerja dengan tempat domisili PMI," kata dia.

Kanya menambahkan, Kemensos akan menyiapkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, dukungan keluarga, bantuan sosial, atau dukungan aksesibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Bantuan lain yang disiapkan adalah bantuan kewirausahaan bagi PMI. Bantuan ini sejalan dengan kebutuhan yang disampaikan para PMI selama menjalani assessment.

"Bantuan kewirausahaan menjadi prioritas, melihat minat para PMI yang secara umum berniat membangun usaha untuk menopang kelangsungan hidup mereka. Usaha yang mereka inginkan antara lain membangun usaha warung kelontong dan warung makan," terangnya.

4. Kemensos tidak akan lepas tangan

183 PMI Tiba di Indonesia, Kemensos Janji Beri Bantuan Kewirausahan Kementerian Sosial mengawal kepulangan 183 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi dan Malaysia. (dok. Kemensos)

Dia menambahkan, layanan akan terus dievaluasi untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan dan bermanfaat bagi PMI. Kemensos tidak lepas tangan dalam jangka waktu cepat dan pendamping akan melihat bagaimana tingkat kemandirian mereka terbangun.

“Indikator keberhasilan dapat dilihat dari bagaimana mereka dapat hidup mandiri, menjalankan usahanya sesaat pulang dari luar negeri. Seperti bagaimana mereka sudah dapat mencatat keuangan usaha, tidak memiliki sikap konsumtif. Untuk mencapai itu kita upayakan kinerja pendamping yang ada di lapangan,” ujar Kanya .

Penanganan terhadap para PMI dilakukan Kemensos dengan menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia Sepakati MoU Perlindungan Pekerja Migran

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya