Pembubaran Komite Darurat Gaza merupakan upaya Hamas untuk memuluskan transisi pemerintahan yang baru. Sebab, Gaza bakal dikuasai oleh komite dari Dewan Perdamaian (BoP) Gaza bernama National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
Hamas Bubarkan Pemerintah Darurat Gaza, Diganti Komite dari BoP

- Hamas resmi membubarkan Komite Darurat Gaza dan menyerahkan kekuasaan kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) yang dibentuk oleh Dewan Perdamaian (BoP).
- NCAG akan memimpin pemerintahan Gaza secara independen, mengelola pegawai negeri, serta menjalankan mandat administratif sesuai Rencana Perdamaian Gaza dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
- Komite NCAG dipimpin teknokrat Palestina Ali Shaath, menandai berakhirnya kekuasaan Hamas di Gaza sejak 2007 dan awal transisi menuju tata kelola baru di bawah BoP.
Jakarta, IDN Times - Milisi Hamas Palestina mengumumkan pembubaran Komite Darurat Gaza pada Senin (6/7/2026). Komite Darurat Gaza sendiri merupakan pemerintahan darurat yang dibentuk Hamas untuk menguasai Gaza selama agresi Israel.
1. NCAG akan membuat Gaza menjadi lebih baik

Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan, NCAG akan membuat Gaza menjadi lebih baik. Sebab, komite tersebut akan mengatur seluruh pegawai negeri terbaik di Gaza agar siap berkontribusi dan melayani seluruh kebutuhan warga. Milisi tersebut menambahkan bahwa mereka juga sudah memenuhi seluruh persyaratan administratif untuk menyerahkan kekuasaan Gaza ke NCAG.
“Seluruh pegawai negeri akan siap bekerja di bawah tanggung jawab Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Ketua komite darurat pemerintah, Mohammed al-Farra, telah resmi mengajukan pengunduran diri,” kata Kepala Kantor Media Pemerintah Hamas, Ismail al-Thawabta, kepada AFP dikutip Times of Israel.
2. NCAG bisa memerintah Gaza secara independen

Senada dengan Hamas, BoP juga mengatakan, kehadiran NCAG sebagai otoritas baru di Gaza bakal membuat wilayah tersebut menjadi lebih baik. Sebab, NCAG berisi orang-orang ahli yang bisa memerintah Gaza secara independen tanpa kontrol dari pihak mana pun, terutama dari Hamas.
“Konsolidasi semua senjata di bawah kendali NCAG sebagaimana diatur dalam Rencana Perdamaian Gaza Komprehensif dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Transfer wewenang yang sejati harus memungkinkan NCAG untuk menjalankan mandatnya secara independen, termasuk mengambil keputusan administratif dan tata kelola yang dipercayakan kepadanya,” jelas BoP.
3. Ketua NCAG merupakan seorang dari Palestina

Meski dibentuk BoP, NCAG tidak akan diketuai oleh seorang dari Amerika Serikat, tetapi oleh seorang dari Palestina. NCAG bakal dipimpin oleh seorang teknokrat Palestina bernama Ali Shaath. Shaathlah yang akan memimpin Gaza agar menjadi lebih baik di bawah naungan NCAG dan BoP.
Sebagai informasi, NCAG merupakan komite khusus yang dibentuk BoP untuk menggantikan pemerintahan Hamas di Gaza. Kehadiran NCAG ini mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza yang sudah berlangsung sejak 2007 silam. NCAG ini dibentuk dengan tujuan untuk memuluskan 20 rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk membuat Gaza menjadi lebih baik usai terdampak agresi Israel selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah memuluskan rencana rekonstruksi Gaza.


















