Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diundang ke Kemhan, Eks KSAL Usul RI Produksi Peluru Kendali Sendiri

Diundang ke Kemhan, Eks KSAL Usul RI Produksi Peluru Kendali Sendiri
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2014-2018 ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru'. (Tangkapan layar YouTube IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Laksamana (Purn) Ade Supandi mengusulkan agar Indonesia mandiri dalam industri pertahanan dan mampu memproduksi peluru kendali sendiri untuk mengurangi ketergantungan impor.
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan kerja sama pertahanan RI-AS melalui Major Defense Cooperation Partnership serta membahas proposal akses udara yang masih berstatus letter of intent.
  • Dalam silaturahmi di Kemhan, Sjafrie memaparkan rencana pembangunan 150 batalyon teritorial per tahun dan dihadiri sejumlah purnawirawan tinggi TNI termasuk lima mantan Panglima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2014 hingga 2018, Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi, mengusulkan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar industri pertahanan di dalam negeri terus dikembangkan. Bahkan, Indonesia ke depan harus mampu memproduksi peluru kendali sendiri.

Hal itu disampaikan Ade saat hadir dalam silaturahmi para purnawirawan pejabat tinggi TNI di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026).

"Saya tadi memberikan saran agar mengembangkan industri pertahanan. Pertahanan negara harus didukung dengan industri pertahanan mandiri dan kelak harus mampu memproduksi peluru kendali sendiri," ujar Ade kepada IDN Times, Jumat.

Berdasarkan data, selama ini TNI Angkatan Laut (AL) menggunakan peluru kendali dari sejumlah negara termasuk Prancis, China, Rusia hingga Amerika Serikat (AS). Mayoritas peluru kendali itu masih impor. Hal tersebut menyebabkan adanya ketergantungan suku cadang dan amunisi dari negara pemasok.

1. Menhan Sjafrie turut menyampaikan latar belakang kerja sama militer RI dan AS

(IDN Times/Santi Dewi)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin silaturahmi dengan para purnawirawan TNI di kantor Kemhan. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, di forum silaturahmi perdana itu, Menhan Sjafrie turut menjelaskan alasan di balik meningkatkan kerja sama militer dengan AS. Itu sebabnya pada Senin (13/4/2026), mantan Pangdam Jaya itu memaparkan pertemuannya dengan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth di Pentagon.

Mereka menandatangani kerja sama pertahanan yang disebut Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Sjafrie juga menjelaskan proposal dari Negeri Paman Sam menyangkut akses udara penuh di wilayah Indonesia.

"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie, khususnya terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan terakhir dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu lalu," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait di kantor Kemhan, Jakarta Pusat pada Jumat.

Dia mengatakan, para purnawirawan turut memberikan masukan tentang proposal AS menyangkut overflight blanket clearance. Mereka memiliki analisis dan pertimbangan baik yang akan dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, termasuk DPR. Hingga saat ini, kata Rico, proposal tersebut masih bersifat letter of intent (LOI).

2. Sjafrie jelaskan rencana pemerintah ingin bangun 150 batalyon per tahun

Sjafrie Sjamsoeddin, retret
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika ikut menjadi pembicara di acara retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer, Magelang. (Dokumentasi Lemhanas RI)

Rico mengatakan, topik lain yang juga disinggung oleh Sjafrie dalam reuni bersama para purnawirawan pejabat tinggi TNI itu tentang rencana pembangunan 150 batalyon teritorial pembangunan (BTP) setiap tahunnya. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, jumlah BTP setara dengan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, yakni 514.

"Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya. Rencananya setiap tahun akan dibangun 150 batalyon teritorial pembangunan (BTP)," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah ada penolakan dari purnawirawan pejabat tinggi usai dijelaskan Sjafrie, Rico menyebut sebagian besar informasi yang disampaikan ditanggapi positif.

"Sebagian besar mendapatkan respons yang positif setelah mendapatkan penjelasan dari Bapak Menhan atau Bapak Panglima TNI kaitannya dengan pengembangan kekuatan ke depan. Akhirnya para purnawirawan ikut mengetahui perkembangannya setelah beliau tak lagi berada di jajaran TNI atau Kementerian Pertahanan," ujar dia.

3. Lima mantan Panglima TNI ikut hadiri silaturahmi di Kemhan

Gatot Nurmantyo, Panglima TNI, Kemhan
Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ketika tiba di Kementerian Pertahanan. (IDN Times/Santi Dewi)

Untuk kali pertama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengundang puluhan purnawirawan pejabat tinggi TNI dalam acara silaturahmi di kantor Kemhan, Jakarta Pusat pada Jumat. Pantauan IDN Times, purnawirawan tinggi TNI itu sudah mulai tiba di kantor Kemhan pukul 08.30 WIB. Purnawirawan jenderal yang terlihat hadir antara lain Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, hingga Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto.

Selain itu, ada pula Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn), Dudung Abdurachman.

Sjafrie mengucapkan terima kasih kepada para purnawirawan TNI karena sudah meluangkan waktunnya untuk hadir dan bersilaturahmi. Salah satu tujuan mantan Pangdam Jaya itu mengumpulkan eks Panglima TNI lantaran ingin menginformasikan mengenai kebijakan strategi pertahanan yang telah berjalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini menunjukkan bahwa kami selama hampir dua tahun ini bekerja bersama-sama, istilahnya kerja sama dan sama-sama bekerja, dalam rangka pembangunan kekuatan pertahanan negara, khususnya pembangunan kekuatan TNI," ujar Sjafrie di ruang Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta Pusat.

Sjafrie sendiri duduk di aula diapit Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan mantan Panglima, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto. Dia mengakui selama ini Kemhan memang tidak banyak memberikan berbagai macam informasi kepada publik. Hal itu disebabkan pembangunan pertahanan negara memang sedikit memerlukan atensi yang berkaitan dengan publikasi.

Berikut daftar tamu undangan purnawirawan TNI yang hadir:

A. TNI Angkatan Darat (AD)

1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

2. ⁠Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo

3. ⁠Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M. Phil., Ph.D.

4. ⁠Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko

5. ⁠Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

6. ⁠Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar

7. ⁠Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri

8. ⁠Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman

9. ⁠Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago

10. ⁠Letjen TNI (Purn) Fadillah

11. Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono

B. TNI Angkatan Laut (AL)

1. Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono

2. ⁠Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono 

3. ⁠Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji

4. ⁠Laksamana TNI (Purn) Marsetio

5. ⁠Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi

6. ⁠Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin

C. TNI Angkatan Udara (AU)

1. Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto

2. ⁠Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat

3. ⁠Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia

4. ⁠Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna

5. ⁠Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus

6. ⁠Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More