Pakai Helm Proyek, Pramono Tertegun Lihat Kondisi SD Kebayoran Lama 09

Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, untuk memastikan langsung kondisi bangunan sekolah yang roboh dan terbengkalai selama dua tahun.
Mengenakan helm proyek, Pramono tampak tertegun sejenak saat melihat ruang-ruang kelas yang hancur. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, ia kemudian menyusuri koridor sekolah yang dipenuhi bangunan rusak.
Di sela peninjauan, Pramono menanyakan kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada tepat di sebelah gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
"Yang 11 kondisinya bagaimana?" tanya Pramono kepada Nahdiana.
1. DBH dipotong membuat sekolah tak kunjung direnovasi

Nahdiana menjelaskan kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 tidak jauh berbeda. Menurutnya, rencana rehabilitasi kedua sekolah sebenarnya sudah masuk dalam pembahasan, namun tertunda setelah Dana Bagi Hasil (DBH) untuk DKI Jakarta dipangkas.
"Tidak jauh beda. Yang sana dua lantai, tapi sebenarnya sudah direncanakan. Saat pembahasan renovasi sekolah juga sudah masuk, tapi tiba-tiba DBH dipotong," ujar Nahdiana.
2. SDN Kebayoran roboh selama dua tahun

Sebelumnya, Kepala Sekolah Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kenhayati Dwi Rahmini, menceritakan kondisi ratusan siswanya yang telah hampir dua tahun kehilangan ruang belajar. Sejak bangunan sekolah roboh pada 27 November 2024, sebanyak 274 siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
Keruntuhan bangunan membuat seluruh ruang kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 tidak lagi dapat digunakan. Akibatnya, para siswa harus berbagi ruang dengan sekolah yang ditumpangi dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara bergantian.
"Siswanya itu sementara menumpang di sebelah, di kelas 11. Siswanya 274 dengan 10 rombongan belajar," ujar Kenhayati kepada IDN Times, Senin (20/7/2026).
3. Siswa belajar selana tiga shift

Keterbatasan ruang membuat proses belajar berlangsung hingga tiga shift. Siswa kelas 1 hanya belajar selama dua jam, sedangkan kelas lainnya baru masuk pada pukul 13.00 WIB setelah siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menyelesaikan kegiatan belajar.
Menurut Kenhayati, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan guru dalam mengatur jadwal, tetapi juga berdampak pada aktivitas para siswa di luar sekolah. Banyak anak yang tidak lagi sempat mengikuti kegiatan mengaji karena baru pulang menjelang petang.
"Kalau anak-anak masuk pagi tentunya lebih segar. Kalau sore mereka sudah kurang semangat belajarnya," katanya.


















