Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eks Wapres Adam Malik Salah Satu Pendiri Sekolah Lokasi Temuan Senjata

Eks Wapres Adam Malik Salah Satu Pendiri Sekolah Lokasi Temuan Senjata
Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Konflik internal Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang mencuat setelah ratusan airgun, narkoba, dan CD video porno ditemukan di ruang yayasan yang sebelumnya ditempati mantan ketua IWD.
  • Yan Sofyan Syafe'i menyebut Yayasan Harapan Ibu didirikan pada 1979 bersama beberapa tokoh, termasuk Oto Malik, putra Wakil Presiden Adam Malik.
  • Gagasan sekolah berawal dari pengajian; setelah menghadap Adam Malik, pendiri mendapat tanah di Pondok Pinang dan membangun sekolah untuk mencerdaskan anak bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Konflik internal pengurus Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, Jakarta Selatan mencuat ke publik, setelah ditemukan ratusan airgun, narkoba, hingga compact disc (CD) berisi video porno di Sekolah Islam Harapan Bunda.

Temuan itu berada di ruang yayasan yang sebelumnya ditempati IWD, mantan Ketua Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, yang sudah berganti kepengurusan. Salah satu pendiri yayasan, Yan Sofyan Syafe'i, menceritakan awal mula Sekolah Islam Harapan Bunda dibangun.

"Bahwa saya diberi kesempatan untuk sedikit menjelaskan visi dan misi daripada yayasan yang kita dirikan ini," ujar Yan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

1. Yayasan berdiri pada 1979 bersama Adam Malik

Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Yan menjelaskan, yayasan yang dibangunnya berdiri pada 1979. Dia mengatakan, Wakil Presiden periode 1978-1983, Adam Malik, ikut terlibat dalam pendirian yayasan.

Awal mula yayasan itu berdiri bernama Yayasan Harapan Ibu, yang kini berganti menjadi Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang.

"Dahulu pada waktu tahun '79 saya yaitu kami berlima saya sendiri, Pak Mahwardi Labae selaku ustaz kami, Pak Hari Dahlan Safri, dan saya, dan Pak Oto Malik yaitu putra dari Pak Adam Malik," ucap dia.

2. Menghadap ke Adam Malik

Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Diskusi pendirian sekolah itu bermula dari sebuah pengajian yang dipimpin Mahwardi Labae. Ketika itu, pihak yang memiliki ide berinisiatif untuk menghadap ke Adam Malik. 

"Awalnya itu dari pengajian. Jadi kami pada waktu itu berguru kepada Pak Ustaz Mahwardi Labae, kemudian beliau katakan bagaimana kalau kita bikin sekolah? Kalau sekolah itu kan kita harus perlu dana, perlu modal, coba kita ke Pak Adam," kata dia.

"Kemudian kita sama-sama ke Pak Adam, sampai di sana diarahkan oleh beliau bahwa beliau selaku Wakil Presiden pada waktu itu, dan diarahkan bahwa ada tanah kami, di sana di Kebayoran katanya, di Pondok Pinang, nah itu bisa dimanfaatkan," sambungnya.

3. Setelah dapat tanah dari Adam Malik, langsung membangun sekolah

Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Setelah mendapat tanah dari Adam Malik, langsung membangun sekolah. Tujuannya, kata Yan, ingin ikut mencerdaskan anak bangsa. 

"Nah, setelah kami dirikan pada waktu itu visi dan misi yaitu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, dan kemudian berjalan waktu sedikit demi sedikit, kami mulai membangun dan mulailah pada waktu itu satu dua atau seterusnya, akhirnya banyak juga siswa yang kami terima pada waktu itu," kata Yan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More