Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

21 Bulan Jadi Presiden, Prabowo Akui Belum Tunaikan Semua Janjinya

21 Bulan Jadi Presiden, Prabowo Akui Belum Tunaikan Semua Janjinya
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) berjalan menuju ruangan saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
  • Presiden Prabowo Subianto mengenang sumpahnya saat dilantik pada 20 Oktober 2024 bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk memimpin dengan tulus, jujur, dan mengutamakan seluruh rakyat.
  • Setelah memimpin 21 bulan, Prabowo menyebut pemerintah berpedoman pada UUD 1945, perlindungan kepentingan nasional, percepatan mengatasi kesulitan rakyat, serta kebijakan bagi rakyat dan generasi mendatang.
  • Dalam pidato di MPR, DPR, dan DPD, Prabowo mengakui belum semua persoalan dan janji terselesaikan, tetapi pemerintah mulai menangani masalah rumit melalui keputusan berani, kerja keras, dan gotong royong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengingat kembali sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesia saat berdiri di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Sumpah itu diucapkan pada 20 Oktober 2024 bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Saat itu, Prabowo bersumpah menjalankan kepemimpinan negara dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilihnya.

"Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama," kata Prabowo.

Pedoman yang pertama adalah menjalankan dan menjaga amanat UUD 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk mengelola kekayaan bangsa agar dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat.

Ketiga, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat mungkin. Keempat, setiap kebijakan berorientasi pada kepentingan rakyat serta anak dan cucu mereka.

Prabowo mengatakan pidato kenegaraan kali ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan apa yang telah dikerjakan pemerintah, hasil yang mulai terlihat, serta persoalan yang masih harus diselesaikan.

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," ujar Prabowo.

Namun, dalam satu tahun terakhir, Prabowo menilai pemerintah mulai menyelesaikan berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dianggap rumit. Menurutnya, hal itu dilakukan melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, orientasi kepada rakyat, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.

"Masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai. Saya mengatakan kita mulai selesaikan," kata Prabowo.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More