Gibran: Siapapun Presidennya, Menterinya Prof Yusril

- Gibran yakin buku yang berisi rekam jejak Yusril jadi inspirasi kaum mudaMaka total delapan buku yang diluncurkan oleh Yusril berisi rekam jejak selama 70 tahun hidupnya, kata Gibran, layak untuk dijadikan inspirasi bagi generasi muda agar terus berkarya.
- Yusril tidak terlibat langsung dalam penulisan bukunyaPeluncuran delapan buku Yusril itu mengambil momen bersamaan dengan ulang tahunnya ke-70 yang jatuh pada Kamis (5/2/2026). Ia mengatakan buku yang diluncurkan pada hari ini berbeda dengan buku yang dikeluarkan ketika ia berusia 60 tahun.
- Yusril membolehkan bukunya diunduh secara gratis
Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memuji sosok Menteri Koordinator di Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra yang dinilainya serba bisa. Putra sulung dari Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo itu mengaku harus belajar banyak dari Yusril yang kini telah berusia 70 tahun.
Dalam hal akademik pun, Yusril berhasil dianugerahkan guru besar ketika masih berusia 42 tahun. Di sisi lain, Yusril juga merupakan pendiri Partai Bulan Bintang. Di era kepemimpinan presiden manapun, Yusril mendapat jabatan sebagai menteri.
"Beliau adalah Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Menteri Kehakiman dan HAM di era Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati. Menteri Sekretaris Negara di era Presiden SBY. Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan di era Bapak Prabowo. Jadi, siapun presidennya, menterinya Prof Yusril," ujar Gibran yang disambut dengan tepuk tangan meriah di Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2/2026).
Gibran pun sepakat dengan kata pengantar dari Presiden Prabowo Subianto yang ditulis di buku Yusril, pengabdian advokat senior itu bukan semata-mata menyangkut jabatan. "Melainkan sebuah pengabdian yang berkesinambungan dan lintas rezim," katanya.
Rekam jejak panjang itu, kata Gibran, hanya mampu ditempuh oleh seorang individu yang memiliki integritas, kejernihan berpikir dan kesetiaan kepada negara dan bukan untuk kekuasaan sesaat.
1. Gibran yakin buku yang berisi rekam jejak Yusril jadi inspirasi kaum muda

Maka total delapan buku yang diluncurkan oleh Yusril berisi rekam jejak selama 70 tahun hidupnya, kata Gibran, layak untuk dijadikan inspirasi bagi generasi muda agar terus berkarya. "Karena Prof Yusril hidup di era sejak mesin ketik. Namun, gagasannya masih relevan sampai sekarang di era AI. Ini luar biasa, bapak dan ibu," katanya.
Ia berharap Yusril bisa memberikan keteladanan bagi kaum muda.
2. Yusril tidak terlibat langsung dalam penulisan bukunya

Peluncuran delapan buku Yusril itu mengambil momen bersamaan dengan ulang tahunnya ke-70 yang jatuh pada Kamis (5/2/2026). Ia mengatakan buku yang diluncurkan pada hari ini berbeda dengan buku yang dikeluarkan ketika ia berusia 60 tahun. Dalam buku ini, Yusril tidak terlibat langsung sebagai penulis. Delapan buku itu disusun oleh sejumlah sahabat dan kolega. Di dalamnya juga terdapat testimoni dari berbagai pihak.
"Saya sendiri tidak menulis kali ini. Delapan buku ini ditulis oleh teman-teman. Banyak orang yang terlibat," ujar mantan Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) itu.
Ia menambahkan total ada 1.000 eksemplar yang dicetak untuk setiap buku. Buku yang masing-masing memiliki ketebalan 900 halaman itu akan dibagikan secara gratis kepada para tamu undangan yang hadir.
3. Yusril membolehkan bukunya diunduh secara gratis

Di forum itu Yusril menggarisbawahi buku berisi rekam jejak perjalanannya hingga berusia 70 tahun itu tidak diperjualbelikan dan bebas dari hak cipta. Ia pun turut menyediakan delapan buku itu dalam format digital atau e-book yang bisa diunduh melalui situs resminya.
“Kami sudah mengikhlaskan buku-buku ini sebagai amal jariah bagi kepentingan masyarakat. Jadi, memang tidak diperjualbelikan. Tapi siapa yang mau mengunduh, silakan saja. Jadi, tidak ada persoalan hak cipta (copyright)," kata Yusril.
Ia berharap, dengan dibukanya akses lebih luas terhadap buku tersebut, gagasan dan pemikiran yang tertuang di dalamnya dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
















