Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos karena Info Gorengan

Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos karena Info Gorengan
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (Dok. Kemensos)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gus Ipul menegaskan Kemensos sering diserang di media sosial akibat informasi tidak utuh soal pengadaan, padahal seluruh prosesnya bisa diaudit dan sesuai prosedur resmi.
  • Ia mengingatkan pegawai Kemensos untuk aktif meluruskan informasi keliru di medsos dengan menyebarkan kabar faktual melalui akun resmi kementerian.
  • Gus Ipul menekankan bahwa tugas utama Kemensos bukan hanya menjalankan program, tapi menjaga harapan keluarga rentan dan menghadirkan negara bagi yang membutuhkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku pihaknya kerap menjadi sasaran sorotan di media sosial (media sosial) akibat narasi yang tidak utuh tentang sejumlah pengadaan di Kementerian Sosial (Kemensos).

Padahal, menurut dia, seluruh proses pengadaan dapat diaudit dan telah mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kadang kita babak belur di medsos karena (info) gorengan atau olahan yang membuat kesalahpahaman luar biasa. Seperti soal sepatu, pengadaan kompor, dan lainnya yang sebenarnya semuanya bisa diaudit. Tapi tidak semua masyarakat tahu bagaimana proses pengadaan di pemerintahan hari ini,” ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Senin (18/5/2026).

1. Medsos hanya half truths

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026).
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut dia, arus informasi di media sosial kerap menampilkan potongan fakta yang tidak utuh. Foto dan peristiwa yang ditampilkan bisa saja benar, tetapi narasi yang menyertainya berbeda sehingga memicu kesalahpahaman publik.

“Kadang-kadang medsos itu separuh benar, half truths. Fotonya benar, kejadiannya ada, narasinya beda. Itu jadi salah paham nasional. Kalau gak ada klarifikasi, gak ada kita luruskan, itu nanti malah jadi kebenaran,” kata Gus Ipul.

2. Pegawai Kemensos diminta luruskan info yang salah

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026).
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia pun mengajak seluruh pegawai Kemensos aktif meluruskan informasi yang keliru di media sosial tentang kinerja lembaganya. Pegawai diminta aktif mengikuti akun resmi Kemensos dan menyebarkan kabar baik yang memang sesuai fakta di lapangan.

"Saya ajak bapak, ibu sekalian untuk beramal, bersedekah, berjuang, ikut meluruskan segala pemberitaan yang tidak sesuai fakta yang terjadi di lingkungan Kementerian Sosial," kata dia.

3. Kemensos harapan keluarga tak mampu

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026).
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul mengingatkan, esensi dalam Kemensos bukan sekadar program semata tetapi juga harapan bagi keluarga-keluarga yang rentan dan tidak mampu.

"Karena yang kita kelola di Kementerian Sosial bukan sekadar program. Yang kita kelola adalah harapan keluarga yang tidak mampu, air mata kelompok rentan, masa depan anak-anak terlantar, kehidupan lansia terlantar, dan hak saudara-saudara kita yang paling membutuhkan kehadiran negara," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More