Hampir Geruduk Dishub DKI, Ojol: Jangan Reaktif, Pahami Masalah

- Ayah Beno mengimbau komunitas ojol agar tidak mudah terpancing emosi oleh video viral dan memahami duduk perkara sebelum bereaksi terhadap isu penertiban parkir liar.
- Rencana aksi ojol yang semula dijadwalkan pada 7 Juli 2026 dibatalkan setelah adanya dialog antara perwakilan pengemudi dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
- Komunitas ojol menyatakan siap bersinergi dengan Dishub DKI serta menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran untuk lebih bijak dalam merespons situasi di lapangan.
Jakarta, IDN Times - Perwakilan komunitas ojek online (ojol), Ayah Beno, mengingatkan rekan-rekan sesama pengemudi agar tidak mudah terpancing emosi oleh video viral di media sosial.
Hal itu disampaikan Ayah Beno saat apel bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Balai Kota, Minggu (21/6/2026), menyusul polemik penertiban parkir liar yang sempat viral.
Menurutnya komunitas ojol harus bisa menahan diri dan memahami duduk perkara sebelum bereaksi. Dia menilai, video yang beredar di media sosial kerap memicu provokasi, terutama bagi pihak yang belum mengetahui kejadian secara utuh.
“Jangan mentang-mentang kita punya banyak massa, lalu kita menyebarkan video secara sembarangan yang bisa memicu provokasi bagi orang yang tidak tahu duduk perkaranya," katanya.
1. Sempat emosi usai lihat video viral

Dia mengaku dirinya sempat terbawa emosi saat pertama kali melihat video yang menampilkan pengemudi ojol Sulis Agung Wibowo. Namun setelah berdialog langsung dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, ia memilih menahan diri dan mengedepankan komunikasi.
“Saya sendiri hampir terbawa emosi saat melihat video Pak Agung tersebut setelah pulang dari kegiatan kopi darat (kopdar)," ujarnya
2. Aksi ojol 7 Juli dibatalkan

Pria tersebut mengungkapkan rencana aksi yang semula dijadwalkan pada 7 Juli 2026 akhirnya dibatalkan setelah dilakukan dialog dengan Dishub DKI.
"Namun, alhamdulillah, setelah bertemu dan berdiskusi dengan Bapak Kadishub, rencana aksi yang semula dijadwalkan tanggal 7 Juli kami batalkan," katanya.
3. Ojol siap bersinergi

Menurutnya, keputusan itu diambil karena komunitas ojol ingin menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama.
"Kami sadar bahwa terkadang rekan-rekan ojol bersikap reaktif tanpa mempelajari pokok permasalahannya terlebih dahulu. Kami siap bersinergi dan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran,” ucapnya.
















