Dishub DKI Gandeng Komunitas Ojol Jaga Jalan Jakarta Tertib dan Aman

- Dishub DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan komunitas ojek online untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman di ibu kota.
- Kerja sama ini mencakup pelatihan keterampilan bagi pengemudi, termasuk servis kendaraan melalui fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK).
- Pengemudi ojol diajak ikut memantau kondisi jalan dan mendukung penertiban yang dilakukan secara humanis, profesional, serta komunikatif.
Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan komunitas ojek online (ojol) untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di Jakarta.
Menurut Budi, kerja sama ini dilakukan agar Dishub dan pengemudi ojol dapat berjalan beriringan dalam menjaga ketertiban di jalan. Salah satu fokusnya ialah membangun pemahaman bersama terkait aturan lalu lintas yang harus ditaati.
“Bagaimana agar kita sama-sama di jalan menciptakan kondisi lalu lintas yang baik, aturan lalu lintas yang baik seperti apa dan apa yang harus ditaati bersama,” kata Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026).
1. Dishub DKI akan berikan pelatihan

Budi mengatakan, kolaborasi dengan komunitas ojol tidak hanya terkait ketertiban lalu lintas, tetapi juga mencakup pelatihan keterampilan bagi para pengemudi.
Dishub DKI berencana memfasilitasi sejumlah pelatihan, termasuk pelatihan servis kendaraan melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kerja sama lainnya nanti kita lanjutkan, kita juga mungkin bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada teman-teman komunitas, baik itu servis kendaraan seperti apa,” ujarnya.
2. Dishub ajak ojol pantau kondisi jalan

Selain pelatihan, Budi juga membuka peluang keterlibatan komunitas ojol dalam memantau kondisi jalan secara langsung .Menurutnya, pengemudi ojol merupakan kelompok yang setiap hari berada di jalan sehingga dapat membantu memberikan informasi cepat terkait kondisi di lapangan.
“Bisa jadi kita akan bareng monitor kondisi jalan bersama teman-teman komunitas ojol,” ucapnya.
3. Penertiban dilakukan humanis

Budi memahami bahwa penegakan aturan tidak mudah. Menurutnya, setiap penertiban harus dilakukan secara humanis dan sesuai SOP, profesional, berempati, namun tetap tegas, dan mengedepankan komunikasi yang baik.
"Ini teman-teman Dishub, cukup jelas ya apa yang saya sampaikan? Apakah kita bisa mengedepankan penertiban humanis, manusiawi, dan persuasif di selanjutnya? Apakah bisa? Siapa yang yakin bahwa kita bisa melakukan dan angkat tangannya bilang SAYA!," ucap Budi yang diikuti petugas Dishub yang mengangkat tangannya dan diiringi riuh tepuk tangan pengemudi Ojol.


















