Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

IPB Buka Beasiswa S2 untuk Jurnalis Lapangan dan Editor, Ada 10 Bidang

IPB Buka Beasiswa S2 untuk Jurnalis Lapangan dan Editor, Ada 10 Bidang
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet saat soft launching beasiswa S2 bagi jurnalis di Bogor, Senin (25/5/2026). (IDN Times/Linna Susanti)
Intinya Sih
Gini Kak
  • IPB University meluncurkan beasiswa S2 khusus jurnalis lapangan dan editor dengan 10 bidang studi relevan, pendaftaran dibuka 5 Mei–15 Juni 2026 dan seleksi pada 20 Juni 2026.
  • Program menawarkan sistem kuliah hybrid untuk memudahkan jurnalis aktif, dengan hanya 10 kuota full scholarship serta masa studi maksimal dua kali durasi normal tanpa penalti.
  • Kurikulum fleksibel berfokus pada praktik lapangan isu agromaritim, pangan, dan energi; tugas akhir bisa berupa prototype atau model, tidak wajib tesis tertulis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bogor, IDN TimesIPB University resmi membuka program soft launching beasiswa jurnalis untuk jenjang pascasarjana (S2) yang bisa diakses reporter di lapangan.

Program ini dirancang khusus untuk memperkuat jurnalisme berbasis sains, untuk memperkuat agromaritim Indonesia sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi media massa.

Pendaftaran program beasiswa ini telah dibuka sejak 5 Mei hingga 19 Juni 2026, sedangkan proses seleksi akan dilaksanakan pada 20 Juni 2026.

"Ini bentuk balas budi atas kebaikan bapak dan ibu wartawan serta media yang telah menyebarkan inovasi dan keunggulan IPB. Teman-teman media adalah co-creator kami. Mari melanjutkan pendidikan di IPB," ujar Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, dalam pertemuan dengan pimpinan dan perwakilan media di Bogor, Senin (25/5/2026).

Alim menyampaikan, IPB University menyediakan 10 bidang studi pilihan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas jurnalis saat ini.

Beberapa program studi yang dibuka antara lain Komunikasi Digital, Manajemen, hingga Bisnis. Skema pembiayaan yang ditawarkan pun beragam, guna memberikan fleksibilitas bagi para pendaftar.

"Program S2 ada 10 bidang studi. Ini relate lah dengan kebutuhan rekan-rekan media. Kita buka berbagai skema, ada yang full scholarship, ada potongan diskon, dan ada juga yang melalui jalur kerja sama," kata Alim.

Sebagai gambaran, biaya kuliah reguler di IPB University berkisar dari yang paling murah Rp11 juta, Rp23 juta untuk program bisnis, dan bisa lebih, tergantung bidang studi.

1. Terbuka untuk jurnalis lapangan maupun editor dengan batasan usia 45 tahun

IPB Luncurkan 10 Bidang Beasiswa S2 Bisa Diakses Jurnalis Lapangan
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet saat soft launching beasiswa S2 bagi jurnalis di Bogor, Senin (25/5/2026). (IDN Times/Linna Susanti)

Alim menjelaskan, program beasiswa ini bersifat inklusif dan tidak membatasi status kepegawaian jurnalis di perusahaan media, baik kontributor maupun karyawan tetap.

Sasaran utamanya adalah jurnalis lapangan dan editor yang ingin memperkuat kompetensi peliputan, terutama dalam isu agromaritim, pangan, dan energi.

Sementara, untuk persyaratan usia, IPB menetapkan batasan maksimal 45 tahun. Namun, pihak rektorat menegaskan tetap ada ruang untuk dispensasi khusus.

"Umur wartawan dibatasi 45 tahun, walau pun dalam kebijakan tentu ada kebijaksanaan. Kriterianya terbuka saja, baik kontributor atau karyawan tetap. Memang kita buka untuk jurnalis yang editor atau wartawan di lapangan yang mungkin butuh penguatan untuk peliputan," tutur Alim.

2. Kuota full scholarship terbatas dan sistem perkuliahan hybrid

IPB Luncurkan 10 Bidang Beasiswa S2 Bisa Diakses Jurnalis Lapangan
ilustrasi kerja hybird (dok. Microsoft)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IPB Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, Profesor Iskandar Zulkarnaen Siregar, menjelaskan perkuliahan akan mengakomodasi sistem hybrid atau kombinasi daring dan luring, guna memudahkan jurnalis yang aktif bekerja.

Bagi kuota beasiswa penuh (full scholarship), IPB menyediakan slot yang terbatas pada fase awal ini, namun berkomitmen memberikan kelonggaran masa studi.

"Apakah bisa hybrid? Luring juga ada. Untuk kuota, hanya 10 yang full scholarship. Pinalti tidak ada, dan masa studi maksimal dua kali masa studi normal. Kalau empat semester, berarti maksimal delapan semester," jelas Iskandar.

3. Kurikulum fleksibel dan tugas akhir tidak wajib berupa tesis tertulis

IPB Luncurkan 10 Bidang Beasiswa S2 Bisa Diakses Jurnalis Lapangan
Logo IPB University. (Akun Facebook IPB).

Sementara, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan (Warek 1 IPB), Profesor Deni Noviana, memaparkan program ini mengusung tagline "Penguatan Jurnalisme untuk Indonesia".

Mengingat isu pangan dan energi kian krusial, kurikulum total 54 SKS dirancang agar mahasiswa lebih banyak berada di lapangan pada tahun kedua. Menariknya, tugas akhir untuk kelulusan tidak melulu harus berupa karya ilmiah tertulis atau tesis konvensional.

"Masa kuliah lebih banyak di semester 1 dan 2. Semester 3 dan 4 lebih banyak di luar untuk penelitian. Tugas akhirnya tidak harus tertulis, bisa berupa prototype atau model. Selain itu, karena S2 dan S3 tidak terikat kuota nasional, jadi ada fleksibilitas," ungkap Deni.

Deni menambahkan, jika di tengah masa perkuliahan mahasiswa tersebut mengalami perubahan profesi tidak lagi menjadi jurnalis resmi di media massa, status beasiswanya akan tetap aman, karena sudah tercatat sejak awal program.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More