Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WHO Sebut Wabah Hantavirus Sudah Stabil: Warga Jangan Panik!

WHO Sebut Wabah Hantavirus Sudah Stabil: Warga Jangan Panik!
potret Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (commons.wikimedia.org/ITU Pictures)
Intinya Sih
  • WHO menyatakan situasi wabah Hantavirus kini stabil dan seluruh penumpang kapal MV Hondius masih dikarantina di bawah pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
  • Hantavirus ditularkan melalui air kencing dan feses tikus yang terkontaminasi, menyebabkan gejala mirip flu hingga gangguan pernapasan berat pada manusia.
  • Kasus pertama Hantavirus muncul 11 April saat sepasang suami istri asal Belanda meninggal di kapal MV Hondius, disusul tiga penumpang lain yang juga terinfeksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan situasi wabah Hantavirus kini sudah stabil. Semua penumpang kapal pesiar MV Hondius juga masih dikarantina guna mencegah penyebaran lebih luas. Oleh karena itu, Ghebreyesus meminta masyarakat dunia untuk jangan panik dan tetap menjaga kesehatan. 

“Semua penumpang dan awak kapal tetap dalam karantina dan di bawah pengawasan ketat untuk memastikan mereka menerima perawatan jika diperlukan. Situasinya stabil untuk saat ini. Kami terus waspada dan menjalin kontak erat dengan semua pemerintah terkait,” tulis Ghebreyesus dalam sebuah unggahan di X pada Minggu (24/5/2027), seperti dilansir The Hill.

1. WHO menyebut kasus Hantavirus bisa bertambah

Logo asli WHO.
logo WHO (pixabay.com/padrinan)

Sebelumnya, WHO menyebut bahwa kasus infeksi Hantavirus bisa bertambah. Sebab, virus tersebut bisa menyebar dengan cepat dan menginfeksi banyak orang. Meski begitu, WHO mengatakan kasus Hantavirus sejauh ini tidak akan berubah menjadi wabah. Sebab, penyebarannya masih sangat terbatas.  

"Ini bukan awal dari epidemi. Ini bukan awal dari pandemi. Ini bukan COVID-19," kata Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, kepada wartawan pada 7 Mei dilansir The Strait Times.

2. Hantavirus disebarkan oleh tikus

Tikus got sedang berjalan.
potret tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Hantavirus sendiri merupakan salah satu virus yang bisa menyebabkan infeksi pernapasan akut. Menurut WHO, virus ini disebarkan melalui air kencing dan feses tikus yang sudah terkontaminasi. Kotoran tikus ini terkadang bisa hinggap di benda-benda atau di makanan yang dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, manusia bisa ikut terinfeksi jika memegang benda atau memakan makanan yang sudah terkontaminasi Hantavirus.

Orang yang terinfeksi Hantavirus biasanya akan mengalami sejumlah gejala yang mirip seperti flu biasa. Inilah yang membuat orang kadang tidak sadar jika mereka sudah terinfeksi Hantavirus. Beberapa gejala yang akan muncul akibat infeksi Hantavirus di antaranya, seperti sakit badan, demam, meriang, dan pusing. Jika sudah parah, penderita juga akan mulai mengalami sesak napas akut bahkan sampai kematian.    

3. Kasus Hantavirus pertama kali muncul pada awal April

Hantavirus
potret Hantavirus (commons.wikimedia.org/CDC)

Kasus infeksi Hantavirus pertama kali muncul pada 11 April lalu. Saat itu, sepasang suami istri (pasutri) asal Belanda dilaporkan tewas saat sedang melakukan perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius. Kapal itu dikabarkan berangkat dari Ushuaia, Argentina, dengan tujuan akhir di Tanjung Verde. 

Jenazah pasutri tadi lantas diturunkan di Pulau Saint Helena, Inggris, pada 24 April untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.  Usai dilakukan pengecekan, pihak penyelidik mengonfirmasi bahwa keduanya tewas akibat terinfeksi Hantavirus. Pada 3 Mei, WHO mengabarkan bahwa tiga penumpang lainnya yang berada di kapal MV Hondius juga tewas karena terinfeksi Hantavirus. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More