Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setpres Komentari Kabar Jokowi Sudah Mulai Kemasi Barang dari Istana

Setpres Komentari Kabar Jokowi Sudah Mulai Kemasi Barang dari Istana
Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas evaluasi mudik Lebaran 2022 (dok. Sekretariat Presiden)

Jakarta, IDN Times - Putra pertama Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Gibran Rakabuming Raka menyebut ayahnya sudah mulai berkemas-kemas barang dari Istana Negara. Barang-barang pribadi Jokowi bersama Iriana Joko Widodo itu sedianya akan dipindah ke rumah pribadinya di Banjarsari, Solo Jawa Tengah.

Sejauh ini, Gibran tak menjelaskan secara rinci barang apa saja yang sudah dikemasi. Dia hanya mengatakan ada beberapa yang telah dikirim ke kediaman Jokowi di Solo.

Setidaknya, Gibran mengungkapkan hal itu beberapa waktu lalu ketika merespons isu perpanjangan masa jabatan presiden yang mencuat.

IDN Times mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Istana. Namun, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono masih enggan berkomentar.

"Wah, belum bisa komentar," ujar Heru saat dihubungi, Kamis (26/5/2022).

Pernyataan Gibran tersebut bisa jadi penguat alias kode bahwa Jokowi memastikan diri tak akan maju lagi sebagai calon presiden tiga periode?

Diketahui, masa jabatan Presiden Jokowi akan habis pada 2024 mendatang. Dia sudah menjabat sebagai presiden dua periode sejak 2014 lalu.

1. Wapres belum kemasi barang-barang

Wapres Ma'ruf Amin pimpin rapat penanggulangan miskin ekstrem di NTT (Dok. Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin pimpin rapat penanggulangan miskin ekstrem di NTT (Dok. Setwapres)

Sementara itu, Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi menegaskan bahwa sang wapres belum ada rencana sama sekali untuk mengemasi barang-barang pribadi dari rumah dinas.

Sebab menurutnya, waktu untuk berkemas masih panjang, sekira dua tahunan.

"Belum, kan masih ada waktu (sampai 2024)," kata Masduki.

2. Jokowi larang menterinya bicara presiden 3 periode

Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas pada Rabu (4/11/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas pada Rabu (4/11/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Sebelumnya Presiden Jokowi melarang semua menterinya bicara soal isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Peringatan tersebut disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Selasa (5/4/2022).

“Fokus kepada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan," katanya.

Secara terpisah, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, Jamiluddin Ritonga, menilai pernyataan Presiden Jokowi yang tak mau membahas isu perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode, merupakan strategi untuk menekan wacana penundaan Pemilu 2024 dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Seperti diketahui, Luhut yang dikenal menteri paling vokal belakangan ini gencar menyuarakan wacana penundaan Pemilu 2024. Pernyataan Jokowi itu juga dinilai sebagai strategi untuk menghentikan wacana yang bisa saja keluar dari menteri lainnya.

“Memang (pernyataan Jokowi) tidak hanya ditujukan untuk menekan Luhut, tapi semua menteri yang pernah mewacanakan presiden tiga periode,” kata Jamiluddin kepada IDN Times, Rabu (6/4/2022).

3. Jokowi mendapat tekanan partai koalisi hingga masyarakat

Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Dok. Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Jamiluddin menilai munculnya pernyataan Jokowi soal perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, tak lepas dari tekanan berbagai partai koalisi yang ada di balik pemerintah.

Menurutnya, Jokowi lambat menilai kondisi politik saat ini yang kian memanas. Pernyataan Jokowi itu baru keluar setelah kisruh wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden di masyarakat mendapat penolakan.

“Sehingga timbul kesan ada larangan itu disampaikan setelah mendapat tekanan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan partai koalisi seperti PDIP, Gerindra, dan Nasdem,” ucap Jokowi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rendra Saputra
EditorRendra Saputra
Follow Us

Latest in News

See More

Israel Masih Nyerang, Kemlu: 934 WNI di Lebanon Dipastikan Selamat

16 Apr 2026, 18:43 WIBNews