Noel Ebenezer Singgung Menaker Terdahulu: Harapan Saya Dibongkar Semua

- Immanuel Ebenezer, eks Wamenaker, berharap KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 tanpa tebang pilih, termasuk jika melibatkan pejabat Kemnaker sebelumnya.
- Noel menilai logis bila pimpinan terdahulu juga mengetahui praktik yang kini menyeret dirinya, mengingat ia baru menjabat sepuluh bulan namun sudah terseret perkara tersebut.
- Ia didakwa bersama sepuluh orang lain atas dugaan pemerasan Rp6,5 miliar, gratifikasi Rp3,3 miliar, serta penerimaan motor Ducati Scrambler.
Jakarta, IDN Times - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menyinggung menteri dan wakil menteri pendahulunya di Kemnaker. Ia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasusnya sampai tuntas.
"Harapan saya, ya sudah dibongkar aja semuanya gitu loh. Jangan tidak, jangan nanggung gitu loh, jangan diumpetin. Misalnya menteri yang lama terlibat, ambil juga. Kalau wakil menteri yang lama terlibat, ambil juga," ujar Noel selepas persidangan dugaan korupsi setifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Noel mengatakan dirinya yang baru menjabat sebagai Wamen selama 10 bulan saja bisa terseret perkara ini, apalagi pendahulunya. Menurutnya hal itu adalah sebuah logika sederhana.
"Artinya jangan nanggung, jangan cuma sekeliling-sekeliling yang bawah-bawahannya. Ini pasti pimpinan-pimpinan itu kan pasti tahu dong," ujarnya.
Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar. Selain itu Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 M dan Motor Ducati Scrambler.
Noel didakwa bersama sepuluh pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025, Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang, Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025, Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020.
Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang, Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025.
Kemudian, Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator, Supriadi selaku koordinator, Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia, dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

















