Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RS di Lebanon Selatan Rusak imbas Serangan Israel, 11 Orang Terluka

RS di Lebanon Selatan Rusak imbas Serangan Israel, 11 Orang Terluka
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih

  • Serangan Israel merusak Rumah Sakit Pemerintah Tebnine di Lebanon selatan, melukai 11 pekerja dan menghancurkan fasilitas penting seperti unit gawat darurat serta apotek.
  • WHO mencatat lebih dari 130 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak Maret 2026 dan menyerukan perlindungan tenaga medis serta akses kemanusiaan yang aman di seluruh Lebanon.
  • Lebih dari 2.000 orang tewas dan sejuta mengungsi akibat serangan Israel sejak awal Maret 2026, sementara perundingan langsung pertama Israel-Lebanon digelar di Washington DC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu (15/4/2026), mengatakan serangan Israel merusak sebuah rumah sakit di Lebanon selatan. Sedikitnya 11 pekerja di fasilitas kesehatan tersebut mengalami luka-luka.

Dalam pernyataan di media sosial X, Tedros mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Pemerintah Tebnine rusak setelah dua serangan Israel menghantam area di dekatnya pada Minggu (12/4/2026) dan Selasa (14/4/2026). Serangan tersebut berdampak pada unit gawat darurat, termasuk ventilator, monitor, tandu, dan troli. Selain itu, apotek dan klinik rawat jalan juga mengalami kerusakan.

Tedros menambahkan bahwa WHO akan mendukung perbaikan fasilitas tersebut, sementara layanan tetap berjalan meskipun berada di bawah tekanan.

1. WHO serukan perlindungan terhadap fasilitas layanan kesehatan dan tenaga medis

paramedis mengeluarkan tanda dari ambulans
paramedis mengeluarkan tanda dari ambulans (pexels.com/RDNE Stock project)

Sejak dimulainya serangan Israel di Lebanon pada awal Maret 2026, WHO telah mencatat sedikitnya 133 serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan, yang mengakibatkan 88 orang tewas dan 206 lainnya terluka. Tedros menyebutkan bahwa sebanyak 15 rumah sakit dan 7 pusat layanan kesehatan primer mengalami kerusakan, sementara 5 rumah sakit dan 56 pusat layanan kesehatan primer lainnya terpaksa ditutup.

“Saya kembali menyerukan perlindungan segera terhadap fasilitas layanan kesehatan, tenaga medis, ambulans, dan pasien,” ujarnya.

Kepala WHO tersebut juga menyerukan akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan dan tanpa hambatan di seluruh Lebanon. Dengan demikian, layanan penyelamatan jiwa dapat diakses segera tanpa risiko bagi mereka yang memberikan maupun menerima perawatan.

2. Serangan beruntun Israel tewaskan 3 paramedis di Lebanon selatan

ilustrasi ambulans
ilustrasi ambulans (unsplash.com/Jiachen Lin)

Dilansir dari BBC, sedikitnya tiga paramedis di Lebanon selatan tewas akibat serangan beruntun Israel pada Rabu. Menurut otoritas kesehatan, tim dari Asosiasi Kesehatan Islam diserang saat berupaya mengevakuasi korban dari lokasi serangan di kota Mayfadoun, wilayah Nabatieh. Satu paramedis tewas, sementara satu lainnya masih hilang.

Saat tim kedua menuju lokasi, Israel kembali menyasar mereka dan melukai tiga paramedis. Tak lama berselang, dua ambulans milik Risala Scout Association dan Layanan Ambulans Nabatieh yang telah dikerahkan ke lokasi tersebut juga diserang, mengakibatkan dua paramedis tewas dan tiga lainnya terluka.

Israel kerap menuduh Hizbullah menggunakan ambulans dan fasilitas medis untuk kepentingan militer tanpa pernah memberikan bukti. Pihak berwenang Lebanon membantah tuduhan tersebut.

“Para paramedis telah menjadi target langsung, dikejar tanpa henti dalam pelanggaran terang-terangan yang menunjukkan pengabaian total terhadap seluruh norma dan prinsip yang ditetapkan oleh hukum humaniter internasional,” kata Kementerian Kesehatan Lebanon dalam pernyataannya.

3. Lebih dari 2 ribu orang di Lebanon tewas akibat serangan Israel

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Anadolu, lebih dari 2 ribu orang di Lebanon tewas dan 1 juta lainnya mengungsi setelah Israel kembali membombardir negara itu dan melakukan invasi darat di wilayah selatan sejak awal Maret 2026. Konflik ini dimulai setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan terbesar Israel di Lebanon sepanjang konflik ini terjadi pada 8 April 2026, tak lama setelah gencatan senjata AS-Iran diumumkan. Saat itu, Israel melancarkan 100 serangan udara di seluruh Lebanon, termasuk di jantung ibu kota, Beirut, hingga menewaskan lebih dari 350 orang.

Para pejabat Israel dan Lebanon mengadakan perundingan langsung pertama mereka sejak 1983 di Washington DC, AS, pada Selasa. Kedua belah pihak mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung positif, meskipun Israel telah menegaskan tidak akan membahas tuntutan Lebanon mengenai gencatan senjata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More