Kala TNI Tembus Medan Ekstrem Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

- TNI dan Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah korban terakhir pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan, sehingga seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan.
- Basarnas menghentikan seluruh rangkaian pencarian Operasi SAR setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan bahwa sepuluh korban pesawat ATR 42-500 telah ditemukan dalam keadaan hampir utuh meski pesawat ditemukan hancur.
Jakarta, IDN Times - Kerja keras TNI dan Tim SAR gabungan dalam upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil maksimal. Prajurit TNI bersama Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua jenazah terakhir, sehingga seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan, pada Jumat (23/1/2026).
Penemuan tersebut dilakukan oleh TNI bersama Tim SAR Gabungan yang dipimpin Letda Infanteri Sudirman, Danton 1 Kipan A Yonif 700/Wira Yudha Cakti, yang terdiri atas prajurit Kodam XIV/Hasanuddin, Divisi Infanteri III Kostrad, Kodaeral VI Makasar, Kodau II, Basarnas, serta masyarakat.
Dengan ditemukannya dua korban terakhir, maka total keseluruhan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang berhasil ditemukan berjumlah 10 jenazah.
1. Cuaca tak menentu, namun operasi bisa dituntaskan

Seluruh rangkaian operasi SAR di lokasi kejadian tuntas dilaksanakan, dengan ditemukannya korban ke-10. Operasi SAR gabungan berlangsung di medan yang berat dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di tengah kondisi ekstrem, TNI dan Tim SAR gabungan berhasil melaksanakan operasi SAR dengan baik berkat sinergi, dedikasi, dan semangat pantang menyerah antara TNI, Basarnas, BPBD, relawan, instansi terkait, serta masyarakat. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin dan dilanjutkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.
2. Basarnas hentikan seluruh rangkaian pencarian

Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT resmi dihentikan. Keputusan itu diambil setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Penghentian operasi diumumkan Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohamamd Syafii, usai rapat evaluasi pada hari ke-7operasi, Jumat (23/1/2026) malam, di Kantor Basarnas Makassar.
"Pada malam hari ini, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR coordinator, menyatakan operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT selesai," kata Syafii.
3. 10 korban hilang terkonfirmasi oleh DVI Polri

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Polri, 11 body pack tersebut dipastikan berasal dari 10 korban. Syafii menyinggung kondisi korban hampir semua dalam keadaan utuh, meski pesawat ditemukan hancur.
"Dari 11 body pack yang sudah kami serah terimakan kepada DVI, yang sudah diserahterimakan kepada keluarga tiga korban. Kemudian yang berikutnya, dari tujuh yang kami berikan hari ini kemudian diserahkan kepada DVI. Pak Karo Ops (Polda Sulsel) menyampaikan semuanya teridentifikasi tubuh yang berbeda-beda," ujar Syafii.
Dia menegaskan, dari hasil koordinasi dengan DVI Polri, seluruh korban berjumlah sepuluh orang dalam peristiwa kecelakaan tersebut telah ditemukan.
"Saya pastikan dari operasi, 11 pack yang kami temukan, dari DVI Polri menyampaikan sudah benar ada 10 jenazah. Hanya identitas dari korban masih dalam proses identifikasi," katanya.

















