Karhutla di Banjar Kalsel Capai 36 Hektare, Gambut Masih Berasap

- Karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melanda sekitar 36 hektare di luar kawasan hutan berbatasan hutan lindung; bara masih menyala di lapisan gambut meski api permukaan mulai padam.
- Jumlah hotspot Kalsel berfluktuasi dari 157 titik pada 21 Agustus menjadi 11 titik pada 22 Agustus malam, lalu naik kembali menjadi 44 titik pada 23 Agustus pagi.
- Tim gabungan melakukan 176 kali water bombing dalam sehari di sejumlah wilayah terdampak; Menteri Kehutanan mengimbau masyarakat dan perusahaan tidak membuka lahan dengan pembakaran.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), masih menyisakan kepulan asap tebal. Kendati api di permukaan tanah mulai padam, bara api di dalam lapisan tanah gambut diakui masih terus menyala.
Menteri Kehutanan Raja Antoni menjelaskan, area yang terbakar berada di luar kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Luas lahan yang terdampak dalam insiden karhutla ini diperkirakan mencapai 36 hektare.
Menurutnya, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” ujar Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026).
1. Terdapat 44 titik hotspot

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut) Raja Antoni menyebut, jumlah hotspot atau titik panas di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan yang terbilang signifikan. Berdasarkan pantauan sistem Sipongi, angka titik panas yang sebelumnya menyentuh 157 titik pada 21 Agustus melandai menjadi 11 titik pada 22 Agustus malam.
Kendati demikian, pemantauan terbaru pada Minggu (23/8/2026) pagi menunjukkan kenaikan kembali menjadi 44 titik panas. Fluktuasi ini menandakan ancaman karhutla di wilayah Kalsel masih sangat dinamis dan memprihatinkan.
“Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44,” katanya.
2. Petugas melakukan water bombing 176 kali

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan. (Dok. Bakom RI) Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di beberapa wilayah krusial, meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, hingga Kabupaten Tapin. Tim gabungan langsung mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing.
Petugas setidaknya telah melakukan 176 kali pengeboman air dalam kurun waktu satu hari di lokasi kebakaran. Langkah cepat pengeboman dari udara ini dinilai sangat efektif untuk menekan lonjakan suhu dan memadamkan sebaran titik panas.
“Sekali lagi efektif untuk menurunkan titik panas di Kalimantan Selatan ini,” ujar Raja Antoni.
3. Menhut mengimbau semua pihak tetap waspada

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan. (Dok. Bakom RI) Menhut Raja Antoni mengimbau seluruh elemen masyarakat serta pelaku usaha tetap meningkatkan kewaspadaan penuh. Ancaman bencana diperkirakan masih tinggi seiring dengan fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada September mendatang.
"Jangan ada lagi petani maupun perusahaan perkebunan yang melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan cara membakar," beber Raja Antoni.





















