Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Kalimantan Kian Memburuk, DPR Desak Sekolah Diliburkan Sementara

Karhutla Kalimantan Kian Memburuk, DPR Desak Sekolah Diliburkan Sementara
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak pemerintah cari solusi terbaik perhatikan status guru honorer. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah mempertimbangkan libur sekolah sementara di wilayah Kalimantan terdampak karhutla.
  • Proses pendidikan diminta tetap berjalan melalui pembelajaran daring atau penugasan dari rumah apabila kondisi memungkinkan.
  • Kemenhut mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca, sementara Istana mengimbau masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan libur sekolah secara sementara di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas.

Menurut dia, peliburan sekolah bukan berarti menghentikan proses pendidikan. Kebijakan ini sebagai langkah perlindungan sementara tanpa harus mengorbankan pendidikan anak-anak. Ia meminta pembelajaran tetap dilaksanakan melalui metode daring atau penugasan dari rumah apabila kondisi memungkinkan.

"Pemerintah perlu mempertimbangkan libur sekolah secara sementara di wilayah yang terdampak, khususnya apabila kualitas udara sudah berada pada tingkat yang tidak sehat bagi anak-anak. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas," kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).

  1. 1. Harus didasarkan data kualitas udara di kawasan terdampak

    IMG-20260511-WA0033.jpg
    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani soroti kampus kelola dapur MBG. (IDN Times/Amir Faisol).

    Kendati demikian, Politikus PKB itu mendorong agar keputusan untuk meliburkan sekolah didasarkan pada data kualitas udara, tingkat paparan asap, serta rekomendasi instansi kesehatan dan kebencanaan setempat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

    Ia menegaskan, ketika kualitas udara sudah mengancam kesehatan, melindungi anak-anak bukan berarti mengabaikan pendidikan.

    "Justru memastikan mereka tetap sehat adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keberlangsungan pendidikan," kata dia.

  2. 2. Kemhut optimalkan OMC di Kalteng, Kalbar dan Riau

    20260818_205619.jpg
    Tim Manggala Agni Sumatera VII Rengat saat melakukan pemadaman Karhutla di daerah Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu (IDN Times/ dok Manggala Agni Sumatera VII Rengat)

    Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, OMC saat ini dilakukan di Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemenhut, Ristianto Pribadi mengatakan koordinasi dengan BMKG menjadi bagian penting dalam menentukan wilayah dan waktu yang dapat dioptimalkan untuk pelaksanaan OMC.

    Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus.

    “Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” kata Ristianto, Rabu (12/8/2026).

  3. 3. Karhutla meluas, Istana imbau masyarakat mawas diri

    Petugas Manggala Agni memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir.
    Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tengah melakukan pemadaman karhutla di Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir, Rabu (19/8/2026). (Dok.Manggala Agni)

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang kering karena musim kemarau dan fenomena El Nino.

    Hal itu disampaikan Mensesneg setelah menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta. Imbauan ini sekaligus disampaikan menyusul adanya karhutla di sejumlah wilayah, seperti di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Jawa Timur (Jatim).

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering, sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api, sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri ya. Menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” ujar Prasetyo dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Senin (10/8/2026).

    Istana memantau, Karhutla masih terjadi di beberapa wilayah. Titik api terbanyak terlihat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang sebarannya berpotensi meluas. Sementara itu, karhutla juga terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

    Prasetyo menyampaikan, Istana berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dan TNI-Polri di setiap wilayah untuk terus berupaya menangani Karhutla dan mencegahnya semakin meluas.

    “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian dengan Pangdam dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut beserta dengan seluruh jajaran kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More