Gempa Venezuela Tewaskan 1.450 Orang, 1,8 Juta Butuh Bantuan

UNICEF melaporkan sekitar 1,8 juta warga, termasuk 680 ribu anak, terdampak dua gempa besar di Venezuela yang merusak infrastruktur penting seperti sekolah dan rumah sakit.
Tim penyelamat internasional berhasil mengevakuasi sedikitnya 33 orang, termasuk beberapa anak, dari reruntuhan bangunan di berbagai wilayah meski kondisi lapangan masih berisiko tinggi.
Korban tewas mencapai 1.450 jiwa dengan ribuan luka-luka; bantuan kemanusiaan global mulai mengalir melalui UNICEF, Uni Eropa, dan Amerika Serikat untuk mendukung pemulihan darurat.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 1,8 juta orang diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan setelah dua gempa bumi melanda Venezuela pada Rabu (24/6/2026). Angka tersebut mencakup 680 ribu anak yang akses pendidikan dan kesehatannya kini terancam.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNICEF tengah berupaya menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah terdampak. Bencana ini tercatat sebagai salah satu peristiwa seismik paling merusak di Venezuela dalam satu abad terakhir.
1. Fasilitas kesehatan dan sekolah hancur

Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 SR tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur sipil. Di Distrik Ibu Kota, lebih dari 432 sekolah mengalami kerusakan sehingga menggaggu pendidikan ratusan ribu anak.
Sekolah yang masih utuh kini beralih fungsi menjadi tempat penampungan sementara. Selain pendidikan, krisis ini juga mengancam keselamatan kesehatan anak dan ibu hamil. Kerusakan rumah sakit di berbagai negara bagian membuat fasilitas medis beroperasi melebihi batas kemampuan. UNICEF telah menargetkan bantuan khusus untuk 234 ribu anak rentan di Venezuela.
"Rumah sakit beroperasi melampaui kapasitas, ribuan anak tidak memiliki akses ke air minum yang aman, dan banyak sekolah telah rusak,” ujar Perwakilan UNICEF di Venezuela, Manuel Rodriguez Pumarol, dilansir UN News pada Minggu.
2. Tim penyelamat berhasil evakuasi tiga anak pada akhir pekan

Di tengah situasi kritis, tim pencari berhasil mengevakuasi sejumlah anak dari puing-puing. Seorang bayi dilaporkan berhasil diselamatkan oleh kru penyelamat asal Amerika Serikat (AS) di La Guaira.
Keberhasilan serupa juga dicapai oleh tim relawan asal Kolombia. Mereka mengangkat seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Moises dari kedalaman tiga meter di bawah reruntuhan. Sayangnya, ibu dan saudara perempuan Moises tewas dalam bencana tersebut.
Regu penyelamat Meksiko juga menemukan anak berusia 11 tahun lainnya di wilayah Caraballeda. Secara keseluruhan, setidaknya 33 orang berhasil diselamatkan selama operasi gabungan pada akhir pekan.
"Orang-orang belum kehilangan harapan, semua upaya difokuskan untuk menyelamatkan nyawa dan membantu warga," tutur perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, dilansir UN News.
3. Korban tewas meningkat dan bantuan internasional mengalir

Jumlah korban tewas akibat gempa ini telah mencapai 1.450 jiwa. Lebih dari 3 ribu orang mengalami luka-luka dan 50 ribu lainnya masih hilang. Pemerintah melaporkan lebih dari 770 bangunan hancur atau runtuh sebagian.
Bantuan internasional pun mulai berdatangan di Venezuela. Penerbangan pertama UNICEF yang membawa 20 ton pasokan sanitasi mendarat dari Panama. Pengiriman tahap kedua seberat 48 ton dari Kopenhagen dijadwalkan segera menyusul.
UNICEF menyatakan pihaknya membutuhkan dana darurat sebesar 52 juta dolar AS (sekitar Rp928 miliar). Uni Eropa (UE) turut menjanjikan paket bantuan 5 juta euro (Rp101 miliar) dan Amerika Serikat akan mengalokasikan hingga ratusan juta dolar AS.
"Prioritas utama adalah mengeluarkan orang-orang yang masih hidup dari reruntuhan, dan itulah mengapa mendukung serta mengoordinasikan tim yang datang dari seluruh dunia sangatlah penting," kata Gianluca Rampolla, Koordinator Kemanusiaan PBB di Venezuela.
















