Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebakaran Kemayoran, 3 Korban Luka Dirawat di Rumah Sakit

Kebakaran Kemayoran, 3 Korban Luka Dirawat di Rumah Sakit
Ilustrasi Kebakaran (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
  • Kebakaran melanda permukiman padat di belakang Pasar Jiung, Kemayoran, menghanguskan sekitar 250 bangunan dan menyebabkan ratusan warga mengungsi.
  • Tiga warga mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit berbeda, sementara lebih dari 25 unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
  • Aparat menyiapkan tenda pengungsian serta dapur umum bagi sekitar 300 kepala keluarga terdampak, dengan dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tiga warga alami luka-luka dalam kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat di belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Mereka menjalani perawatan medis setelah api menghanguskan sekitar 250 bangunan semi permanen dan membuat ratusan warga mengungsi.

“Kami menerima laporan kebakaran di kawasan Kebon Kosong Kemayoran pada malam hari dan langsung mengerahkan personel gabungan bersama petugas damkar ke lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P Hutagalung dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Dari data sementara, dua korban bernama Puput dan Dika mendapatkan perawatan di RS Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari dua rumah warga sebelum menjalar cepat ke bangunan lain karena kondisi permukiman yang berdempetan. Lebih dari 25 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.

“Sekitar 200 personel kami kerahkan untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang milik mereka dan memastikan proses penanganan berjalan aman serta lancar,” ujarnya.

Selain itu, aparat bersama instansi terkait mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal serta dapur untuk warga.

Data sementara mencatat ada 300 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More