Kemenkes Targetkan Cek Kesehatan Mata 60 Ribu Siswa dan Pekerja

Kemenkes memperkuat skrining mata melalui CKG dan CCEC, menargetkan lebih dari 60.000 siswa serta pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota selama tiga tahun.
Dari 34 juta peserta pemeriksaan mata, sekitar 1,6 juta terindikasi gangguan penglihatan; Kemenkes mendorong deteksi dini dan kebiasaan 20-20-20 saat memakai perangkat digital.
CCEC akan melatih lebih dari 2.000 tenaga kesehatan dan guru, mendukung 16.500 operasi katarak, membagikan 100.000 kacamata, serta membangun dan memperkuat vision center.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat deteksi dini gangguan penglihatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan diperkuat melalui peluncuran program Comprehensive Community Eye Care (CCEC) dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026, yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Program ini menargetkan skrining mata terhadap lebih dari 60 ribu siswa dan pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota dalam tiga tahun ke depan. Hal ini disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, Kamis, 15 Oktober 2016. Aji mengungkapkan, sebanyak 34 juta orang telah melakukan pemeriksaan mata dalam program ini.
"Dari 34 juta orang yang telah menjalani pemeriksaan mata melalui program tersebut, sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan," ujarnya.
1. Wamenkes mengimbau masyarakat menjaga mata sebagai organ pertama yang bekerja setiap hari

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan evaluasi tata kelola Program Internsip Dokter Indonesia di Jakarta (Kementerian Kesehatan RI) Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan, pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Secara global, diprediksi sekitar 1,1 miliar orang mengalami gangguan penglihatan yang tidak tertangani. Dari jumlah tersebut, 90 persen kasus dapat dicegah atau diobati.
“Jangan tunggu sampai mata kita terasa berat, kabur, atau menyakitkan. Jagalah organ pertama yang bekerja untuk kita setiap hari,” kata Dante.
Kegiatan ini dihadiri siswa SMP dan SMA, perwakilan organisasi profesi, serta mitra pembangunan kesehatan. Selain peluncuran program, kegiatan ini juga mencakup edukasi dan pemeriksaan mata bagi anak sekolah.
2. Kemenkes canangkan 4 langkah strategis pencegahan gangguan penglihatan

Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) (IDN Times/Misrohatun) Guna mencegah dan mengatasi gangguan penglihatan, Kemenkes menjalankan empat langkah strategis, yakni memperkuat skrining mata melalui program CKG, memperluas akses operasi katarak, memeratakan ketersediaan dokter spesialis mata, serta meningkatkan edukasi kesehatan mata di sekolah dan tempat kerja.
Di samping itu, Kemenkes turut berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk mengatasi ketimpangan alokasi layanan operasi katarak antar daerah.
Wamenkes Dante menambahkan, masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.
"Salah satunya adalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik setiap 20 menit menatap layar dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar enam meter," jelasnya.
3. Pengembangan vision center menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan mata masyarakat

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Dok Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pengembangan vision center menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat.
Hal ini karena dapat menghubungkan puskesmas, dinas kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, dan mitra pembangunan agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan dan layanan kesehatan mata.
"Selama ini sebagian besar pelayanan kesehatan mata dilakukan di rumah sakit sehingga masyarakat perlu menempuh perjalanan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Melalui vision center, layanan pemeriksaan mata, dukungan tenaga profesional, dan penyediaan kacamata diharapkan dapat dikembangkan hingga tingkat Puskesmas," ujar Nadia.
4. Program CCEC merupakan kelanjutan kolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menggelar acara “Launching of Improved Access to Eye Health in Indonesia dan Vision Screening Event”. (Dok. Kemenkes RI) Sementara dari sisi kemitraan, Chief of Programs & Partnership The Fred Hollows Foundation, Amanda Huang, menyampaikan, program CCEC adalah kelanjutan kolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata berbasis masyarakat.
Tujuan diadakannya program ini agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan lebih awal, termasuk melalui sekolah dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Dalam tiga tahun ke depan, program CCEC menargetkan pelatihan bagi lebih dari 2.000 tenaga kesehatan dan guru, dukungan terhadap 16.500 operasi katarak, serta distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Program ini juga akan membangun 13 vision center baru dan memperkuat 21 vision center yang telah tersedia.
"Program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih awal dan mendekatkan layanan kesehatan mata yang berkualitas ke lingkungan tempat tinggal mereka," ujar Amanda.
5. Cerita Fayra, siswi SMP yang terbantu skrining mata Kemenkes

ilustrasi cek mata minus (unsplash.com/David Travis) Melalui program ini, salah seorang siswi turut merasakan manfaatnya. Ia adalah Fayra Salsabila, siswi SMP Negeri 145 Jakarta, yang mengikuti skrining mata dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Fayra mengetahui bahwa dirinya memiliki silinder 2,00 pada salah satu mata dan 1,50 pada mata lainnya. Ia juga memperoleh kacamata gratis serta edukasi mengenai kebiasaan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan mata.
“Aku dapat kacamata gratis dari pemeriksaan ini. Nanti aku tinggal cek lagi untuk pilih model kacamata yang diinginkan di optik,” ucapnya.
Hal ini selaras dengan tujuan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 mengusung tema nasional “Skrining Mata: Langkah Kecil untuk Manfaat Besar” dan tema global Love Your Eyes.
Dengan adanya penguatan skrining, perluasan akses pelayanan, dan edukasi kesehatan mata, Kemenkes mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala agar gangguan penglihatan dapat dideteksi sedini mungkin.





















