Dalam laporan tersebut, OpenAI menjelaskan, Iran memanfaatkan teknologi AI untuk membuat komentar di media sosial, menciptakan tujuh jurnalis palsu, dan membuat artikel panjang untuk media global dengan tujuan menjelek-jelekkan AS dan Israel.
OpenAI Sebut Iran Sebar Pesan Anti-AS dan Israel Pakai ChatGPT

- OpenAI menuduh Iran memakai ChatGPT untuk membuat propaganda anti-AS dan Israel, termasuk komentar media sosial, tujuh jurnalis palsu, serta artikel panjang bagi media global.
- Perusahaan itu mengklaim menggagalkan penyalahgunaan teknologinya dan menemukan hampir 100 artikel terkait pada sekitar selusin media online kecil hingga menengah di berbagai negara.
- Artikel berbahasa Persia dan Inggris tersebut disebut memicu komentar negatif terhadap AS dan Israel di Facebook, Threads, dan X, dengan frekuensi publikasi meningkat setelah perang AS-Iran.
1. AI yang digunakan Iran adalah ChatGPT

potret logo ChatGPT (unsplash.com/Emiliano Vittoriosi) OpenAI menambahkan, AI yang digunakan Iran untuk membuat dan menyebarkan propaganda anti-AS dan Israel ini adalah ChatGPT. OpenAI mengklaim telah menggagalkan upaya Iran yang berupaya menyalahgunakan teknologi buatannya itu untuk menyebarkan narasi anti-AS dan Israel.
Perusahaan teknologi yang berbasis di San Fransisco tersebut mengatakan, Iran sengaja menyebarkan pesan yang memosisikan diri mereka sebagai korban yang paling sengsara imbas serangan AS dan Israel. Langkah ini, kata OpenAI, bertujuan agar citra Washington dan Tel Aviv buruk di kancah internasional.
2. OpenAI menemukan 100 artikel berisi pesan anti-AS dan Israel

potret artikel berita (unsplash.com/Fujiphilm) Lebih lanjut, OpenAI juga mengklaim pihaknya telah menemukan 100 artikel berita dari Iran yang terindikasi berisi pesan anti-AS dan Israel. Semua artikel tersebut tersebar di banyak media online yang fokus membahas isu internasional, geopolitik, dan peristiwa di Kawasan Timur Tengah.
"Kami mengidentifikasi hampir 100 artikel yang diterbitkan atau disindikasikan dengan nama penulis dari operasi tersebut di sekitar selusin media online di seluruh dunia. Ini adalah media berskala kecil hingga menengah yang umumnya berfokus pada urusan internasional, geopolitik, dan peristiwa di Timur Tengah," kata OpenAI, seperti dilansir Euronews.
Artikel propaganda anti-AS dan Israel pertama yang berhasil ditemukan OpenAI diterbitkan oleh Iran pada Juli 2025 lalu. Sementara artikel yang terbaru diterbitkan pada Oktober 2026 dengan frekuensi laporan yang meningkat setelah perang AS dan Iran pecah pada 28 Februari lalu.
3. Artikel dari Iran memicu komentar negatif terhadap AS dan Israel di media sosial

ilustrasi komentar di media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi) OpenAI menjelaskan, semua artikel yang dibuat oleh Iran menggunakan bahasa Persia dan bahasa Inggris. Langkah ini bertujuan untuk menjangkau audiens di Iran dan juga di negara-negara lain.
Semua artikel berita yang dibuat Iran tadi memicu komentar negatif terhadap AS dan Israel di berbagai media sosial, terutama di Facebook, Threads, dan X. Hal ini mengindikasikan bahwa publik global telah termakan propaganda anti-AS dan Israel yang dibuat oleh Iran menggunakan ChatGPT.






















