Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KPAI Kecewa Disdik Sulsel Ungkap Motif Bunuh Diri Siswa karena Asmara

KPAI Kecewa Disdik Sulsel Ungkap Motif Bunuh Diri Siswa karena Asmara
Komisioner KPAI Sitii Hikmawaty (baju hitam) saat berikan konferensi pers hasil kasus pelanggaran hak Anak 2019 di Gedung KPAI, Selasa (18/2) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan pernyataan Kepala Cabang Wilayah 2 Makassar dan Gowa Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, yang hanya menggunakan opini untuk menyimpulkan kasus siswa berinisial MI yang diduga bunuh diri.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kecewa saat mereka mengatakan ke media bahwa ada dugaan motif asmara terkait penyebab ananda MI menenggak racun serangga, bukan akibat beban tugas daring dan keterbatasan internet.

"Pernyataan motif bunuh diri ananda MI bukan karena tugas-tugas daring dan kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring, tetapi karena motif asmara haruslah dibuktikan," kata Retno dalam siaran tertulis, Jumat (23/10/2020).

  1. 1. Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan seharusnya mengecek penugasan yang diberikan guru

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi kekerasan terhadap anak (IDN Times/Sukma Shakti)

    Retno mempertanyakan kewenangan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan untuk memeriksa, apakah PJJ daring di sekolah MI sudah sesuai ketentuan atau tidak. Padahal, Dinas Pendidikan Sulsel dapat melakukan pemeriksaan terlebih menyeluruh dengan semua pihak di sekolah.

    Retno mengatakan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan seharusnya mengecek tugas dari guru kepada siswa, sebab apa menurut guru ringan, padahal dari sisi siswa berat.

    "Suara siswa juga harus didengarkan agar berimbang, tidak hanya mendengarkan versi pihak sekolah dan para guru saja. Artinya, harus hati-hati dan penuh pertimbangan ketika menyimpulkan suatu perkara," terangnya.

  2. 2. Perasaan bukan jadi rujukan, tetapi aturan perundangan

    Ilustrasi siswa belajar teknologi dari rumah (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
    Ilustrasi siswa belajar teknologi dari rumah (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

    Menurut Retno menarik kesimpulan tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh yang melibatkan banyak pihak, bagaikan melakukan pembelaan diri tetapi menggunakan opini dan perasaan.

    "Padahal perasaan ukurannya tidak jelas, rujukannya bukan perasaan, tetapi aturan perundangan terkait,” ujar dia.

  3. 3. Dugaan polisi sementara, siswa bunuh diri karena beban tugas dari PJJ

    Ilustrasi siswi sekolah dasar sedang belajar (IDN Times/Dini suciatiningrum)
    Ilustrasi siswi sekolah dasar sedang belajar (IDN Times/Dini suciatiningrum)

    Padahal, menurut Retno, kepolisian saat ini masih menyelidiki motif bunuh diri ananda MI, sehingga Retno meminta semua pihak menghormati.

    "Dugaan polisi sementara adalah karena beban tugas dari PJJ berdasarkan bukti-bukti percakapan di aplikasi pesan singkat korban dengan dua teman dekatnya, jadi seharusnya kita tidak mendahului kepolisian dalam menyimpulkan motif bunuh diri ananda MI," ujarnya.

  4. 4. KPAI minta jangan menarik kesimpulan sendiri

    ilustrasi akhiri hidup (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi akhiri hidup (IDN Times/Arief Rahmat)

    Untuk itu, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan untuk melindungi anak-anak yang menjadi saksi dari tekanan psikologis, akibat ketakutan jika bicara apa yang sebenarnya terjadi.

    "Terburu-buru membantah bahwa penyebab ananda MI bunuh diri bukan karena PJJ, namun dikarenakan motif asmara akan berpotensi menimbulkan polemik karena seolah-olah ada upaya mencari kambing hitam dari motif ananda bunuh diri," ucap Retno.

  5. 5. Kunjungi hotline service ini jika ingin konsultasi

    Ilustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Arief Rahmat)

    Jika kamu atau orang di sekitar kamu membutuhkan informasi dan konsultasi terkait hal seperti ini, kamu bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini:

    NGO Indonesia: Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
    Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
    Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

    Atau kamu juga bisa menghubungi nomor kontak ini:

    1. Yayasan Pulih
    Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu
    Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
    Telp : +62 21 788 42 580
    Fax : +62 21 782 3021

    2. YLBH Apik
    Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540
    Telp. 021 – 87797289
    Fax. 021 – 87793300

    3. Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI)

    Telp. 021-8514389
    Website: http://www.skizofrenia.org/

    4. LSM Jangan Bunuh Diri
    Telp. 021-0696 9293

    Mari bersama cegah perilaku bunuh diri. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More