Menag Nasaruddin Dapat TOP Government Public Relation Award 2026

- Menteri Agama Nasaruddin Umar meraih Top GPR Figure Award 2026 kategori Special Achievement atas transformasi digital pelayanan publik, yang disebutnya sebagai hasil kerja kolektif jajaran Kemenag.
- Kemenag memperkuat teknologi digital dan komunikasi publik dua arah untuk menyampaikan informasi cepat, akurat, serta membuka masukan masyarakat demi layanan keagamaan dan pendidikan yang mudah dijangkau.
- Penilaian penghargaan memakai jejak digital, pemberitaan, media sosial, inovasi, kepemimpinan, dampak masyarakat, dan keberlanjutan program; nominasi wajib memiliki minimal 90 persen sentimen netral-positif.
Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meraih penghargaan Top Government Public Relation (GPR) Figure Award 2026. Nasaruddin mengapresiasi kontribusi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) yang telah bekerja bersama dalam memperkuat komunikasi publik, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Nasaruddin menerima penghargaan tersebut dalam subkategori Special Achievement for TOP Public Service Digital Transformation Figure 2026 pada ajang 6th TOP GPR Award 2026. Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kemenag, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Penghargaan ini bukan untuk saya sendiri, tetapi segenap karyawan, staf, pimpinan yang lain di Kementerian Agama, dari pusat sampai ke tingkat daerah. Karena penilaian ini adalah penilaian kolektif,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Rabu (15/10/2026).
1. Luasan informasi untuk layani masyarakat harus berjalan optimal

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi siswa madrasah (IDN Times/Maura Thirza) Nasaruddin menjelaskan, luasnya cakupan tanggung jawab Kemenag membutuhkan kerja sama berbagai pihak, agar penyampaian informasi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Dalam hal ini, fungsi hubungan masyarakat (humas) memiliki peran penting untuk menjembatani komunikasi antara kementerian dan publik.
"Saya juga lebih khusus mengucapkan terima kasih kepada Humas kami, andalan kami. Kerja mereka 24 jam karena harus memfasilitasi komunikasi Kementerian Agama," kata dia.
Nasaruddin berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk pengakuan atas kinerja yang telah dilakukan, tetapi juga mendorong seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kerja. Ia ingin capaian tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran Kemenag dalam memberikan pelayanan yang semakin baik.
“Semoga menjadi motivasi yang lebih baik untuk kita semuanya,” harap Menag.
2. Kemenag berusaha sampaikan informasi secara cepat dan akurat

Menteri Agama Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam video pengantar penghargaan, Nasaruddin digambarkan sebagai sosok yang mendorong pemanfaatan teknologi digital dan penguatan komunikasi publik. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang mudah dijangkau, efisien, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat.
Transformasi digital di lingkungan Kemenag tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi dalam pelayanan. Perubahan juga dilakukan dalam pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat melalui penguatan fungsi kehumasan yang lebih terbuka dan melibatkan partisipasi publik.
Dengan pendekatan tersebut, Kemenag berupaya menyampaikan informasi secara cepat dan akurat sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan. Komunikasi dua arah diharapkan dapat membantu kementerian memahami kebutuhan publik dan meningkatkan mutu pelayanan.
Penyelenggara penghargaan menilai pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun pelayanan publik yang inklusif, transparan, responsif, dan dapat dipercaya. Penguatan komunikasi publik pun menjadi salah satu unsur pendukung dalam menghadirkan layanan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.
3. Metodologi dan indikator penilaian award

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin, Umar meraih penghargaan Top Government Public Relation (GPR) Figure Award 2026 (dok. Kemenag) Penilaian Top GPR Figure Award 2026 dilakukan menggunakan pendekatan berbasis jejak digital. Sejumlah indikator yang digunakan meliputi Digital Awareness, Digital Media Aspect, dan Social Media Aspect.
Indikator Digital Awareness mengukur pencarian serta ulasan mengenai figur yang dinilai. Sementara, Digital Media Aspect mencakup jumlah pemberitaan di media digital beserta sentimennya. Adapun Social Media Aspect menilai jumlah pengikut, aktivitas, dan tingkat keterlibatan audiens di berbagai platform, seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Dalam proses penilaian, figur yang masuk nominasi juga harus memenuhi ketentuan minimal 90 persen pemberitaan dengan sentimen netral dan positif. Pengumpulan data dilakukan melalui riset digital, untuk memetakan rekam jejak komunikasi sekaligus reputasi figur di ruang publik.
Sementara, kategori Special Achievement menggunakan sejumlah kriteria tambahan, antara lain kebaruan inovasi, kualitas kepemimpinan, dampak bagi masyarakat, serta peluang penerapan dan keberlanjutan program. Aspek tersebut digunakan untuk melihat sejauh mana sebuah inovasi memberikan manfaat nyata dan berpotensi dikembangkan secara lebih luas.
Dengan demikian, penilaian penghargaan tidak hanya bertumpu pada seberapa sering seorang pemimpin muncul dalam pemberitaan. Bukti inovasi, manfaat yang dihasilkan, serta peluang keberlanjutan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan penerima penghargaan.
Bagi Kemenag, penghargaan yang diterima Nasaruddin menjadi pengakuan atas upaya memperkuat transformasi digital dan komunikasi publik. Ke depan, pengembangan fungsi kehumasan diharapkan terus mendukung penyebaran informasi yang mudah diakses dan dipahami masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang keagamaan dan pendidikan.





















