Menerka Gerak-Gerik Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus

- Empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus terekam 86 CCTV, bergerak dari Jakarta Selatan hingga menunggu korban di sekitar KFC Cikini sebelum menyerang.
- Polisi menemukan helm hitam diduga milik pelaku di dekat lokasi kejadian dan mengirimkannya ke Pusident serta Puslabfor Polri untuk pemeriksaan sidik jari dan DNA.
- Tim advokasi menduga pelaku turut terluka akibat cipratan air keras, terlihat dari aksi melawan arah dan melepas helm setelah kejadian, sehingga diminta penelusuran medis oleh aparat.
Jakarta, IDN Times - Pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, 27 tahun, disebut berjumlah empat orang. Mereka saling berboncengan dengan menggunakan dua sepeda motor.
Penyerangan terhadap Andrie terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026 pukul 23.30 WIB. Akibat peristiwa itu, Andrie mengalami luka bakar di bagian dada, wajah, dan tangan.
Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat dibantu Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Polisi menerbitkan Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, para pelaku diduga terlatih. Hal itu terlihat dari ketenangan para pelaku dalam melancarkan aksi biadabnya.
“Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan, dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang-menjelang kejadian,” ujar Iman di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
1. Pelaku bergerak dari wilayah Jakarta Selatan dan berkumpul di dekat Stasiun Gambir

Pergerakan keempat pelaku terekam 86 CCTV yang saat ini sudah menjadi barang bukti penyidik.
“Para terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para pelaku dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau di sekitar depan Stasiun Gambir,” kata Iman.
Kemudian, para pelaku menyusuri Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Merdeka Barat, Tugu Tani dan menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
“Dari YLBHI para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara. Korban tidak langsung menuju TKP, tapi sempat mengisi bahan bakar di Cikini Raya dan itu diikuti para pelaku,” ujar Iman.
Sekitar pukul 23.32 WIB, para pelaku terlihat di SPBU Cikini Raya.
“Diduga empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di KFC Cikini,” kata Iman.
2. Polisi temukan helm pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus

Selain itu, polisi menemukan satu helm yang diduga digunakan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menyebut, helm hitam itu ditemukan di sekitar lokasi aksi penyiraman.
"Helm diduga milik pelaku didapatkan di Jalan Salemba 1 menuju ke RSCM," kata Reynold dalam konferensi pers.
Reynold menjelaskan, helm tersebut diduga digunakan pelaku lantaran sesuai dengan rekaman CCTV. Dalam rekaman CCTV itu terlihat pelaku menggunakan helm tersebut.
"Bersesuaian dengan rekaman CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut," ujarnya.
Reynold mengatakan saat ini barang bukti itu telah diserahkan ke Pusident Bareskrim Polri dan Puslabfor Polri untuk proses identifikasi.
"Pengiriman barang bukti helm milik pelaku ke Pusident Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA diduga milik pelaku," tutur dia.
3. Tim advokasi menduga pelaku juga terluka

Airlangga juga menyoroti temuan helm pelaku dan pergerakan pelaku yang disebut sempat melawan arah setelah kejadian. Dari temuan itu, tim advokasi menduga pelaku kemungkinan turut terluka akibat air keras yang disiramkan.
“Kami ingin menekankan dari beberapa bacaan tim investigasi kami dan juga dari konferensi pers Polda Metro Jaya tadi dapat dilihat beberapa hal. Pelaku yang melakukan penyiraman air keras itu kemudian melawan arah. Dan ketika melawan arah kembali dan dia melintas di depan RSCM, dia melawan arah juga ke arah Megaria. Dan disampaikan juga diduga polisi telah menemukan helm pelaku,” ujarnya.
“Dari dua hal tadi, pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku, dan pelaku yang melepas helm dan melawan arah dan mengemudi dengan cepat, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka, karena air keras sendiri yang dia siram,” lanjut Airlangga.
Ia pun meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan pelaku mendapatkan perawatan medis secara diam-diam. Oleh sebab itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum juga segera mencari tahu informasi lebih lanjut, dan memeriksa semua fasilitas medis yang diduga punya kemampuan untuk secara diam-diam menyembuhkan pelaku.
“Karena hampir tidak mungkin seorang pelaku membuang botol yang merupakan barang bukti penting, mungkin saja dia buang karena tiba-tiba terciprat dengan fatal ke dirinya,” kata dia.
Airlangga lantas mempertanyakan alasan pelaku melepas helm setelah kejadian yang justru berpotensi membuat identitasnya mudah terungkap oleh CCTV. Oleh sebab itu, pihaknya berkeyakinan pelaku juga terpapar cairan air keras.
“Dan apa sebabnya dia membuang helmnya sendiri? Kalau tidak, mungkin saja helmnya juga kena air keras dan melukai kepalanya. Masa ia dia melepas helm sehingga dia terpapar terhadap resiko dilihat oleh CCTV. Itu hampir mustahil rasanya kami bayangkan. Jadi, kami menduga dengan kuat kesimpulan kami, pelaku mungkin saja terluka juga karena air kerasnya sendiri yang dia siram,” imbuh Airlangga.







.jpg)







