Menkes Budi: ISPU Palangkaraya Tembus 1.500, Sangat Berbahaya

ISPU di Palangkaraya sempat mencapai 1.200 hingga 1.500, jauh melampaui ambang 300 yang dikategorikan sangat berbahaya.
Kementerian Kesehatan menyalurkan sekitar 1,3 juta masker dan menyiapkan tambahan untuk warga di daerah terdampak.
Sekitar 21 kabupaten dan kota disasar untuk pemenuhan tabung oksigen, sementara paket obat juga disalurkan bagi pasien ISPA.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyebut indeks standar pencemar udara (ISPU) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sempat mencapai 1.200 hingga 1.500. Angka tersebut jauh melampaui ambang ISPU 300 yang dikategorikan sangat berbahaya menurut penjelasan Budi.
"Di atas 200 itu sudah merah, sudah berbahaya. Di atas 300, sangat berbahaya. Ini bayangkan bisa sampai 1.200, 1.500," kata dia saat ditemui di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (26/10/2026).
1. Menkes kirim tambahan masker ke daerah terdampak

Agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Senin (26/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Budi mengatakan Kementerian Kesehatan telah menyalurkan masker untuk membantu masyarakat melindungi diri dari polusi udara, terutama partikel halus PM2.5. Distribusi masker, dijelaskan Budi, akan kembali dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak. Pengiriman masker tambahan pun akan dilakukan di pekan yang sama.
"Nah, kami sudah lihat secara preventif butuhnya masker. Kami sudah kirim masker kan sekitar 1,3 juta," katanya.
2. Puskesmas di daerah terdampak dilengkapi tabung oksigen

Agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Senin (26/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Selain masker, Kementerian Kesehatan menyiapkan fasilitas oksigen untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi. Budi mengatakan sekitar 21 kabupaten dan kota akan menjadi sasaran pemenuhan fasilitas tersebut.
Tabung oksigen, ditegaskan Budi, sangat diperlukan agar pasien dengan saturasi rendah dapat segera memperoleh penanganan di puskesmas.
"Itu semuanya kami lengkapi seluruh puskesmasnya harus ada dua tabung oksigen yang besar," kata Budi.
3. Sebanyak 75 ribu balita dilaporkan terpapar ISPA

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konpers pencapaian 2 tahun pemerintahanPrabowo-Gibran di Gedung Kemenkes, Kamis (22/10/2026) / IDN Times Dini Suciatiningrum Terkait data 75 ribu balita terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Agustus hingga Oktober 2026, Budi mengatakan tidak semua pasien ISPA perlu dirawat di rumah sakit. Budi menyebut penanganan ISPA dapat dilakukan melalui rawat jalan, bergantung pada kondisi pasien.
"Teman-teman juga mesti tahu, ya, bahwa ISPA itu bukan penyakit yang masuk rumah sakit," kata dia.
Kementerian Kesehatan juga telah menyalurkan sekitar 500 ribu paket obat dan berencana mengirimkan tambahan dengan jumlah serupa.
"Nah, kami pastikan juga obatnya sudah dikirim sekitar 500 ribuan paket. Kami akan kirim lagi 500 ribu," ujarnya.





















