Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

12 Orang Terluka dalam Penembakan di Dekat Kampus FAMU Florida

3 min read
12 Orang Terluka dalam Penembakan di Dekat Kampus FAMU Florida
Ilustrasi penembakan (Unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)
  • Penembakan di Perry Street dekat kampus FAMU, Tallahassee, terjadi Sabtu malam di tengah kerumunan usai pekan temu alumni, diduga dipicu perkelahian dua hingga tiga orang.
  • Sebanyak 12 orang terluka tanpa korban jiwa: 11 terkena tembakan dan seorang lansia terjatuh. Korban mencakup enam dewasa serta enam anak; tiga luka berat.
  • Polisi Tallahassee masih memburu pelaku, mengumpulkan selongsong dan rekaman video, serta membuka kanal informasi warga. FAMU sempat mengeluarkan peringatan darurat sebelum menyatakan kampus aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sebanyak 12 orang terluka dalam aksi penembakan di Perry Street, dekat kampus Florida Agricultural & Mechanical University (FAMU), Tallahassee, Florida, pada Sabtu (24/10/2026) malam. Insiden ini pecah di tengah kerumunan ribuan warga dan mahasiswa yang memadati area sekitar Stadion Memorial Bragg usai perayaan pekan temu alumni.

Kepolisian Tallahassee (TPD) bersama Unit Kejahatan Kekerasan kini tengah menyelidiki motif dan memburu pelaku penembakan tersebut. Sementara itu, pihak kampus sempat mengeluarkan peringatan darurat untuk melindungi mahasiswa dan staf.

  1. 1. Kronologi penembakan yang dipicu perkelahian di Perry Street

    Berdasarkan penyelidikan awal polisi, penembakan bermula sesaat sebelum pukul 20.00 waktu setempat di dekat persimpangan Perry Street dan Manatee Street. Rentetan tembakan ke arah kerumunan massa itu diduga dipicu oleh perkelahian fisik antara dua hingga tiga orang.

    Saat kejadian, sekitar 24 polisi yang berjaga mengawal acara tahunan tersebut langsung menerobos kerumunan untuk menolong para korban. Kepala Kepolisian Tallahassee, Lawrence Revell, memuji kesigapan anggotanya dalam mengevakuasi korban di tengah situasi darurat.

    "Petugas kami bertindak sangat berani dengan menggendong para korban ke tempat aman dan melarikannya ke rumah sakit, bahkan sebelum lokasi kejadian dinyatakan benar-benar aman," kata Revell, dilansir Hindustan Times.

  2. 2. Kondisi belasan korban luka yang mencakup anak-anak

    Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dari 12 korban luka, 11 orang terkena tembakan langsung, sedangkan seorang lansia terluka akibat terjatuh saat menyelamatkan diri di tengah kepanikan warga.

    Para korban terdiri dari enam orang dewasa dan enam anak di bawah umur, termasuk anak berusia 11 tahun. Tiga korban dilaporkan mengalami luka berat dan sembilan orang lainnya dalam kondisi stabil. Hingga Minggu (25/10/2026) pagi, lima korban telah diizinkan pulang, sementara yang lain masih dirawat intensif di rumah sakit.

    "Sangat menyedihkan mengetahui ada anak-anak di antara para korban luka. Tidak boleh ada keluarga yang harus menanggung kesedihan seperti ini," ujar Revell.

    Senada dengan itu, Wali Kota Tallahassee, John Dailey, turut menyampaikan simpati dan dukungan bagi para korban serta keluarga besar FAMU.

  3. 3. Pengejaran pelaku penembakan oleh kepolisian setempat

    Hingga kini, polisi belum berhasil menangkap pelaku penembakan tersebut. Aparat masih mengumpulkan barang bukti berupa selongsong peluru serta memeriksa rekaman video dari sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kepolisian membuka saluran telepon khusus dan situs pengunggah video agar warga dapat mengirimkan bukti rekaman atau informasi tambahan untuk membantu penangkapan pelaku.

    Sebelumnya, sesaat setelah terdengar suara tembakan sekitar pukul 20.40 waktu setempat, pihak FAMU sempat meminta mahasiswa dan staf menjauhi area Perry Street serta berlindung di tempat aman. Setelah situasi terkendali, pihak universitas memastikan lingkungan di dalam kampus telah aman dari ancaman lanjutan.

    "Pihak universitas telah mengetahui adanya insiden di dekat kampus di Perry Street pada Sabtu malam. Doa dan simpati mendalam kami tujukan kepada para korban serta semua pihak yang terdampak," tulis manajemen FAMU dalam pernyataan resminya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More