Menkes Sentil Warga yang Abaikan Hipertensi: Jangan Dianggap Remeh

Hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan tekanan darah secara berkala tetap diperlukan meski tubuh terasa sehat.
Penderita hipertensi diingatkan untuk mengikuti pengobatan tenaga medis dan tidak menghentikannya sembarangan.
Tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan lingkar perut perlu dipantau, disertai tidur cukup, olahraga, serta pengaturan pola makan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan tekanan darah tinggi karena kondisi tersebut kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi meningkatkan risiko penyakit serius. Dia meminta masyarakat rutin memeriksa tekanan darah dan mengikuti pengobatan apabila didiagnosis hipertensi.
“Emang darah tinggi gak menyebabkan pusing juga, sering enggak kerasa, tapi darahnya tinggi. Kalau itu didiemin, ‘Pak, dalam waktu singkat pasti kena stroke atau jantung.’ Jadi jangan anggap remeh,” kata Budi saat menghadiri program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior di Kemenkes, Senin (26/10/2026).
1. Hipertensi bisa tidak disadari

Agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Senin (26/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Budi mengatakan, tekanan darah tinggi tidak selalu menimbulkan keluhan yang dirasakan langsung oleh penderitanya. Karena itu, seseorang yang merasa sehat belum tentu terbebas dari risiko penyakit kronis.
Dia menyarankan masyarakat memeriksa tekanan darah secara berkala. Menurut dia, pemeriksaan menjadi penting untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
“Bapak Ibu ukur setiap hari, harus di bawah 120/80, minimal di bawah 140/90, ya,” ujarnya.
2. Pengobatan tidak boleh dihentikan sembarangan

Agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Senin (26/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Budi mengingatkan penderita hipertensi agar mematuhi pengobatan yang diberikan tenaga medis, termasuk ketika tubuh terasa sehat. Dia juga menyebut masyarakat dapat mengakses pengobatan melalui puskesmas.
“Minum setiap hari, harus minum setiap hari. Jangan bilang, ‘Ah, Pak, hari ini saya seger, belum minum obat.’ Ah, stroke menanti,” kata dia.
3. Empat indikator kesehatan perlu dipantau

Agenda program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Senin (26/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Selain tekanan darah, Budi meminta masyarakat memperhatikan gula darah, kolesterol, dan lingkar perut untuk membantu memantau risiko kesehatan. Dia menyebut stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal sebagai penyakit yang perlu diwaspadai.
Budi juga mendorong perubahan gaya hidup melalui tidur cukup, olahraga rutin, dan pengaturan pola makan.
“Cuma 3 itu. Jadi Bapak Ibu ingat ya, kalau mau usianya di atas targetnya Menkes 76, cara yang paling murah adalah tidur 7 jam 40 menit tiap hari, olahraga 5 hari seminggu sampai wafat 30 menit di zone 2, nomor 3, sesuai nasihat Nabi, makan berhenti sebelum kenyang," ujarnya.





















