Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkes Ungkap Biang Kerok Pasien di RS Membeludak Usai Idul Fitri

Menkes Ungkap Biang Kerok Pasien di RS Membeludak Usai Idul Fitri
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Sekda Jateng saat konferensi pers terakhir perkembangan terbaru layanan CKG untuk wilayah Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti lonjakan pasien di rumah sakit setelah Idul Fitri, yang disebabkan konsumsi berlebihan makanan bersantan dan tinggi lemak jenuh.
  • Ia menjelaskan bahwa santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pasca-Lebaran.
  • Budi mengimbau masyarakat agar tetap menikmati hidangan Lebaran dengan bijak, seperti memilih bagian daging tanpa kuah serta membatasi konsumsi makanan tinggi lemak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyoroti fenomena rumah sakit yang selalu penuh sesak oleh pasien setelah perayaan Idul Fitri

Melalui sebuah video edukasi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Menkes mengungkapkan bahwa penyebab utama lonjakan pasien ini adalah hidangan khas Lebaran yang kaya akan santan dan lemak jenuh.

"Ada yang aneh, nih. Kenapa ya di rumah sakit, pada saat Lebaran kosong, tetapi sesudah Lebaran selalu penuh sampai overload? Kenapa ya?" tanya Budi mengawali videonya, dikutip Minggu (22/3/2026).

1. Deretan makanan bersantan

Resep Rendang Ayam Kampung
Ilustrasi Rendang Ayam Kampung (https://www.yummy.co.id/user/meiria-andriz)

Tanpa berlama-lama, Budi langsung menunjuk pada deretan hidangan populer Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lontong dalam unggahannya.

"Jawabannya, ini nih. Ini penyebabnya kenapa sesudah Lebaran, orang-orang pada sakit semua," kata dia.

2. Hidangan mengandung lemak tak jenuh

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers update PHTC Pembangunan RS  di Gedung Kemenkes.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers update PHTC Pembangunan RS di Gedung Kemenkes, Kamis (5/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Budi menjelaskan, hidangan Lebaran yang bersantan umumnya mengandung lemak jenuh tinggi. Terlebih, santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi tubuh.

"Santan ini isinya lemak jenuh. Terus-menerus kita panaskan, itu menjadi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita," kata dia.

3. Lebaran jadi ajang balas dendam

Masyarakat dari berbagai daerah memadati Masjid Raya Al Mashun Kota Medan untuk mengikuti salat Idul Fitri Berjamaah, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Masyarakat dari berbagai daerah memadati Masjid Raya Al Mashun Kota Medan untuk mengikuti salat Idul Fitri Berjamaah, Sabtu (21/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Selain itu, Menkes juga memahami perilaku masyarakat yang cenderung balas dendam dengan menyantap berbagai makanan lezat setelah sebulan penuh berpuasa. Hal inilah yang mendorong konsumsi berlebihan hidangan tinggi lemak dan kalori.

"Libur Lebaran kita makan terus setiap hari. Kenapa? Karena kita balas dendam selama puasa, kita gak bisa makan makanan kayak gini," kata dia.

4. Tips sehat ala Menkes

Gedung Kemenkes
Gedung Kemenkes (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Untuk itu, Budi membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Dia menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih bagian makanan yang dikonsumsi.

"Kalau kita mau tetap makan makanan Lebaran yang enak-enak itu, contohnya kayak gini, ayam, ya, makan ayamnya saja. Jangan kuahnya! Kalau kita misalnya makan ini, nih, rendang. Nah, kita makan dagingnya saja. Jangan kuahnya! Ya, aku tahu kuahnya enak, tapi sedikit-sedikit saja kuahnya. Banyakin dagingnya," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More