Menkes Ungkap Biang Kerok Pasien di RS Membeludak Usai Idul Fitri

- Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti lonjakan pasien di rumah sakit setelah Idul Fitri, yang disebabkan konsumsi berlebihan makanan bersantan dan tinggi lemak jenuh.
- Ia menjelaskan bahwa santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pasca-Lebaran.
- Budi mengimbau masyarakat agar tetap menikmati hidangan Lebaran dengan bijak, seperti memilih bagian daging tanpa kuah serta membatasi konsumsi makanan tinggi lemak.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyoroti fenomena rumah sakit yang selalu penuh sesak oleh pasien setelah perayaan Idul Fitri
Melalui sebuah video edukasi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Menkes mengungkapkan bahwa penyebab utama lonjakan pasien ini adalah hidangan khas Lebaran yang kaya akan santan dan lemak jenuh.
"Ada yang aneh, nih. Kenapa ya di rumah sakit, pada saat Lebaran kosong, tetapi sesudah Lebaran selalu penuh sampai overload? Kenapa ya?" tanya Budi mengawali videonya, dikutip Minggu (22/3/2026).
1. Deretan makanan bersantan

Tanpa berlama-lama, Budi langsung menunjuk pada deretan hidangan populer Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan sayur lontong dalam unggahannya.
"Jawabannya, ini nih. Ini penyebabnya kenapa sesudah Lebaran, orang-orang pada sakit semua," kata dia.
2. Hidangan mengandung lemak tak jenuh

Budi menjelaskan, hidangan Lebaran yang bersantan umumnya mengandung lemak jenuh tinggi. Terlebih, santan yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi tubuh.
"Santan ini isinya lemak jenuh. Terus-menerus kita panaskan, itu menjadi sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita," kata dia.
3. Lebaran jadi ajang balas dendam

Selain itu, Menkes juga memahami perilaku masyarakat yang cenderung balas dendam dengan menyantap berbagai makanan lezat setelah sebulan penuh berpuasa. Hal inilah yang mendorong konsumsi berlebihan hidangan tinggi lemak dan kalori.
"Libur Lebaran kita makan terus setiap hari. Kenapa? Karena kita balas dendam selama puasa, kita gak bisa makan makanan kayak gini," kata dia.
4. Tips sehat ala Menkes

Untuk itu, Budi membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Dia menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih bagian makanan yang dikonsumsi.
"Kalau kita mau tetap makan makanan Lebaran yang enak-enak itu, contohnya kayak gini, ayam, ya, makan ayamnya saja. Jangan kuahnya! Kalau kita misalnya makan ini, nih, rendang. Nah, kita makan dagingnya saja. Jangan kuahnya! Ya, aku tahu kuahnya enak, tapi sedikit-sedikit saja kuahnya. Banyakin dagingnya," kata dia.


















