Dorong Ekonomi, Gubernur Luthfi Minta Pengusaha Muda Lebih Kreatif

- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pengusaha muda Hipmi agar lebih kreatif dan proaktif menciptakan lapangan kerja demi memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan global.
- Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi antara Hipmi, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta sektor swasta untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen.
- Dalam forum tersebut, Luthfi mendengarkan aspirasi pengusaha muda terkait perizinan dan aset daerah, sementara BPS mencatat investasi Jateng tumbuh 6,76 persen berkat kontribusi generasi muda.
Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menodorong para pengusaha muda agar selalu menelurkan ide-ide kreatif dalam menjalankan roda bisnisnya. Sebab, di tengah kondisi geopolitik dan perekonomian dunia yang terjadi saat ini, kreativitas bisnis menjadi kunci dalam mengungkit perekonomian daerah.
Hal itu ia sampaikan saat acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah di Green Valley Hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu, 19 April 2026.
"Hipmi itu ada pengusaha muda, maka harus punya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja, harus bisa menciptakan ekonomi baru. Tidak menunggu tetapi menjemput bola," katanya.
1. Kreatifitas bisnis menjadi kunci

Karenanya, untuk menunjang kreatifitas tersebut, Luthfi meminta kepada Hipmi Jawa Tengah agar meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Luthfi selalu mengusung pemerintahan kolaboratif (collaborative government), yaitu menggendeng berbagai pihak untuk memajukan pembangunan daerah, termasuk dengan perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota, maupun dengan swasta.
"Hipmi adalah bagian collaborative government, jadi harus jeli di masing-masing kabupaten/kota. Tempelkan program-program Hipmi ke program kabupaten/kota masing-masing, temui bupati atau walikotanya. Hipmi juga harus dapat berperan untuk industri padat karya," katanya.
Dalam paparannya, Luthfi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sekitar 5,37 persen. Capaian itu diperoleh melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Hipmi. Ia ingin hal itu terus terjaga dan ditingkatkan, terlebih saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota sedang berupaya menggenjot investasi.
2. Gubernur Luthfi mendengarkan aspirasi dari para pengusaha muda

Dalam kesempatan itu Luthfi juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha muda yang hadir. Aspirasi yang disampaikan mulai dari perizinan hingga optimalisasi aset-aset pemerintah.
Salah seorang pengusaha asal Banjarnegara, Eko, mengapresiasi komitmen Gubernur Ahmad Luthfi yang mendorong sinergi bupati dan walikota dengan Hipmi kabupaten/kota.
"Komitmen itu sangat berkesan. Selama ini susah bertemu bupati, dengan ini kalau bisa dikoordinasikan lagi," ujarnya.
3. Kemajuan ekonomi berasal dari pemuda

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi Jawa Tengah sangat luar biasa dari waktu ke waktu. Apalagi dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri di beberapa daerah yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Jateng.
"Pertumbuhan investasi di Jateng tahun 2025 tumbuh 6,76 persen. Sebelumnya 6,5 persen, jadi trennya semakin naik dari tahun ke tahun. Itu menggembirakan bagi kita. Peran pengusaha sangat besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian," katanya. (WEB)
















