- Tanah dan bangunan seluas 220 m²/180 m² di kabupaten/kota Jakarta Selatan, hasil sendiri senilai Rp2.308.250.000
- Tanah seluas 652 m² di kabupaten/kota di Tangerang Selatan, hasil sendiri senilai Rp597.232.000
- Tanah seluas 704 m² di kabupaten/kota di Tangerang Selatan, hasil sendiri senilai Rp644.864.000
- Tanah seluas 2301 m² di kabupaten/kota di Bandung senilai Rp473.000.000
Perbandingan Harta Febrie Adriansyah, Naik 187 Persen Sejak 2022

- Harta kekayaan Febrie Adriansyah melonjak 187 persen dari Rp6,36 miliar pada 2022 menjadi Rp18,26 miliar pada 2025 setelah menjabat sebagai Jampidsus.
- Kenaikan terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan yang bertambah sekitar Rp10,8 miliar, termasuk properti baru di Jakarta Selatan senilai lebih dari Rp10 miliar.
- Febrie menambah satu mobil Toyota Alphard serta mengalami peningkatan pada harta bergerak dan kas, sementara harta lainnya tetap dan tidak memiliki utang maupun surat berharga.
Jakarta, IDN Times - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjadi sorotan di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi batu bara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total harta kekayaannya tercatat melonjak hampir tiga kali lipat setelah menjabat sebagai Jampidsus pada 2022.
Pada LHKPN 2022, total harta kekayaan Febrie tercatat sebesar Rp6.360.108.742. Sementara itu, pada LHKPN 2025 jumlah tersebut mencapai Rp18.261.445.180 atau meningkat 187,12 persen dibandingkan dengan tahun 2022.
Berikut rincian perbandingannya!
1. Nilai tanah dan bangunan naik lebih dari Rp10,8 miliar

Aset tanah dan bangunan menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Nilainya meningkat dari Rp4.023.346.000 pada 2022 menjadi Rp14.852.820 pada 2025 atau bertambah sekitar Rp10.829.474.000 (269,17 persen).
Pada 2022, Febrie melaporkan empat aset sebagai berikut:
Sementara itu, pada tahun 2025, Febrie memiliki harta tanah dan bangunan tambahan, yaitu:
- Tanah dan bangunan seluas 638 m2/200 m2 di kabupaten/kota Jakarta Selatan, warisan senilai Rp10.829.474.000
2. Bertambah satu mobil Toyota Alphard

Nilai alat transportasi dan mesin meningkat dari Rp1.332.000.000 menjadi Rp2.310.500.000 atau naik Rp978.500.000 (73,46 persen).
Pada 2022, Febrie memiliki tiga mobil sebagai berikut:
- Mobil, Honda HR-V RU5 1.8 Tahun 2018, hasil sendiri senilai Rp300.000.000
- Mobil, Toyota L-Cruis Parado 2.7 Tahun 2020, hasil sendiri senilai RP.502.000.000
- Mobil, Peugeot New 2008 AT Tahun 2018, hasil sendiri senilai Rp.530.000.000
Sementara itu, pada 2025 terdapat tambahan satu unit mobil sebagai berikut:
- Mobil, Toyota Alphard 2.5G A/T tahun 2021, hasil sendiri senilai Rp978.500.000
3. Harta bergerak lainnya dan kas setara kas mengalami kenaikan

Harta bergerak lainnya juga mengalami kenaikan dari Rp32.400.000 pada 2022 menjadi Rp60.000.000 pada 2025. Artinya, terdapat penambahan sebesar Rp27.600.000 atau sekitar 85,19 persen.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki Febrie juga meningkat dari Rp872.362.742 menjadi Rp938.125.180. Nilai tersebut bertambah Rp65.762.438 atau sekitar 7,54 persen dibandingkan 2022.
4. Harta lainnya tetap dan tak miliki surat berharga serta utang

Selain aset-aset tersebut, Febrie tetap melaporkan harta lainnya sebesar Rp100.000.000 baik pada 2022 maupun 2025.
Sementara itu, Febrie dilaporkan tidak memiliki surat berharga dan utang.
















