Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Eks Agen Intelijen Italia Ditangkap atas Dugaan Spionase untuk Rusia

Eks Agen Intelijen Italia Ditangkap atas Dugaan Spionase untuk Rusia
Ilustrasi penangkapan (magnific.com/rawpixel.com)
Intinya Sih
  • Seorang mantan agen intelijen Italia dan satu rekannya ditangkap di Roma karena diduga membocorkan informasi rahasia negara kepada Rusia, setelah terdeteksi aliran dana mencurigakan.
  • Penyelidikan menemukan dugaan keterlibatan empat anggota militer aktif yang membantu pengumpulan dokumen strategis, dengan investigasi telah berlangsung sejak Mei 2025.
  • Dokumen pertahanan yang bocor diserahkan kepada agen Rusia berstatus diplomatik, memicu ketegangan baru dalam hubungan Italia-Rusia dan dikecam keras oleh Menteri Pertahanan Guido Crosetto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Roma menangkap dua orang yang diduga membocorkan informasi rahasia negara kepada agen intelijen Rusia. Salah satu tersangka merupakan mantan anggota dinas intelijen Italia.

Penangkapan yang dilakukan pada Selasa (7/7/2026) ini memicu penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kebocoran data strategis secara ilegal.

1. Kronologi penangkapan mantan agen intelijen di Roma

suasana di sekitar kota Roma, Italia. (Pixabay.com/djedj)
suasana di sekitar kota Roma, Italia. (Pixabay.com/djedj)

Tersangka utama adalah seorang mantan perwira polisi militer Carabinieri berusia 59 tahun. Ia didakwa memindahkan informasi rahasia negara dan mengakses jaringan komunikasi pemerintah secara ilegal.

Petugas juga menangkap satu orang lain yang diduga berperan aktif membantu kelancaran transaksi dokumen militer tersebut.

Aktivitas ilegal ini terungkap setelah badan kontra-intelijen mendeteksi aliran dana mencurigakan ke rekening pribadi pelaku. Dalam penggeledahan, polisi menyita uang tunai senilai puluhan ribu euro yang diduga sebagai hasil transaksi.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

"Kami tidak memberikan toleransi kepada siapa pun yang membahayakan keamanan negara, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab besar," ujar Crosetto, dilansir TVP World.

2. Dugaan keterlibatan empat anggota militer aktif

ilustrasi militer Italia (commons.wikimedia.org/www.esercito.difesa.it)
ilustrasi militer Italia (commons.wikimedia.org/www.esercito.difesa.it)

Dalam menjalankan aksinya, tersangka utama diduga memanfaatkan hubungannya dengan sejumlah orang di internal militer. Ia mengumpulkan berbagai dokumen rahasia dari beberapa sektor strategis yang memiliki akses langsung ke data sensitif.

Penyelidikan mendalam mengungkap adanya keterlibatan empat anggota militer aktif. Keempat prajurit tersebut kini sedang diperiksa karena diduga ikut membocorkan rahasia pertahanan.

Penyelidikan terhadap jaringan spionase internal ini sebenarnya sudah berjalan sejak Mei 2025. Polisi terus memperketat pelacakan digital dan pengawasan fisik untuk mendeteksi keterlibatan pihak lain.

3. Dampak kasus spionase terhadap hubungan diplomatik dengan Rusia

Ilustrasi kegiatan spionase. (Unsplash.com/mostafa meraji)
Ilustrasi kegiatan spionase. (Unsplash.com/mostafa meraji)

Dokumen rahasia mengenai industri pertahanan yang dicuri tersebut kemudian diserahkan kepada seorang agen intelijen Rusia. Namun, agen Rusia tersebut tidak dapat ditangkap karena dilindungi oleh hak kekebalan diplomatik.

Pihak Kedutaan Besar Rusia di Roma memilih untuk tidak memberikan komentar terkait tuduhan keterlibatan staf mereka. Kasus ini diprediksi akan memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara yang saat ini renggang.

Menteri Pertahanan Guido Crosetto menyebut aktivitas spionase asing ini sebagai bagian dari perang hibrida modern.

"Kasus ini adalah puncak dari masalah besar yang melibatkan musuh dari luar dan pengkhianat dari dalam negeri yang rela menjual negara demi uang atau keuntungan pribadi," kata Crosetto.

Kasus serupa pernah terjadi di Italia pada tahun 2021 saat seorang perwira angkatan laut ditangkap karena menjual rahasia militer kepada Rusia. Pelaku pada kasus tersebut akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama hampir 30 tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More