Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Politisi PSI Justin Kutuk Tawuran di Pasar Baru, Tangan Pelajar Putus

Politisi PSI Justin Kutuk Tawuran di Pasar Baru, Tangan Pelajar Putus
Ilustrasi bentrokan (IDN Times/Mardya Shakti)

Jakarta, IDN Times – Politisi dari Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Andrian, mengutuk keras kejadian tawuran yang melibatkan pelajar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Pasalnya tawuran tersebut menimbulkan korban yang mengalami luka berat hingga tangannya terputus. 

“Kami minta pihak berwajib memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku. Bahkan jika memang pelaku tawuran masih tergolong anak di bawah umur 18, tetap harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Justin Adrian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/2/2024).

  1. 1. KJP pelajar yang ikut tawuran harus dicabut

    Ilustrasi KJP/ humas Pemprov DKI Jakarta
    Ilustrasi KJP/ humas Pemprov DKI Jakarta

    Selain itu, Justin juga meminta agar Dinas Pendidikan mengusut siapa saja para pelaku tawuran dan dicek status kepemilikan KJP Plus-nya. 

    "Sesuai aturan Pergub 110/2021, KJP Plus dapat dicabut jiwa pelajar ketahuan melakukan tindakan tawuran," tegasnya.

  2. 2. Satpol PP diminta tingkatkan patroli

    Satpol PP Provinsi DKI Jakarta  menutup tempat usaha Kloud Sky Dining & Lounge, Senopati, Jakarta Selatan/Dok Humas
    Satpol PP Provinsi DKI Jakarta menutup tempat usaha Kloud Sky Dining & Lounge, Senopati, Jakarta Selatan/Dok Humas

    Selain tawuran pelajar yang terjadi di Pasar Baru hingga menyebabkan tangan salah satu pelaku tawuran putus, di hari yang sama terjadi tawuran antar warga di depan Mal Bassura dan menyebabkan 5 polisi terluka. 

    Untuk itu, Justin meminta jajaran Satpol PP untuk memperbanyak patroli-patroli terutama di titik-titik rawan untuk menjaga ketertiban umum bagi masyarakat.

    “Satpol PP itu jangan sering berkantor dari dalam gedung, tapi berkantor dari jalanan. Perbanyak patrol di Kawasan pasar, jembatan, perlintasan kereta, atau wilayah rawan gangguan ketertiban umum, terutama yang punya historis seperti kejadian di depan Mal Bassura dan Pasar Rebo kemarin. Saya juga meminta Satpol PP perlu mengadakan jadwal patroli hingga lewat tengah malam.” katanya.

  3. 3. Perda harus lebih tegas lagi

    Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Dia berharap, ada Perda yang lebih tegas untuk memberikan konsekuensi pencabutan bantuan sosial terhadap keluarga yang anggotanya kerap terlibat tawuran.

    "Sebaiknya uang pajak masyarakat digunakan untuk membantu warga tidak mampu DKI yang turut berperan menjaga ketertiban di Kota Jakarta," terang Justin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More