Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Populasi Kucing Liar Meledak hingga 300 Ribu, DKI Gencar Sterilisasi

Populasi Kucing Liar Meledak hingga 300 Ribu, DKI Gencar Sterilisasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau layanan Mobil Klinik Hewan Keliling di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Jakarta Timur, Jumat (10/7). (Dok. Pemprov DKI)
Intinya Sih
  • Pemprov DKI Jakarta memperkirakan populasi kucing liar di Ibu Kota mencapai sekitar 300 ribu ekor, angka ini bersifat dinamis karena dipengaruhi kelahiran, kematian, dan pembuangan kucing berpemilik.
  • Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan pemusnahan massal terhadap kucing liar, melainkan mengedepankan pendekatan kesejahteraan hewan dan konsep One Health dalam penanganannya.
  • Upaya pengendalian dilakukan lewat peningkatan program sterilisasi gratis TNR, dengan target naik dari 9.000 ekor pada 2024 menjadi 22.000 ekor pada tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkirakan populasi kucing liar di Ibu Kota mencapai sekitar 300 ribu ekor. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan jumlah RT di Jakarta dan bersifat dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan populasi kucing liar tidak dapat dihitung secara statis layaknya jumlah penduduk.

"Estimasi jumlah populasi kucing liar berdasarkan jumlah RT di wilayah DKI Jakarta berada di kisaran angka 300.000 ekor. Angka ini sangat fluktuatif dan dinamis," kata Hasudungan di Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).

1. Faktor ledakan populasi kucing liar

Ilustrasi Kucing Liar/IDN Times Dini Suciatiningrum
Ilustrasi Kucing Liar (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurutnya, perubahan populasi dipengaruhi oleh tingkat kelahiran alami, angka kematian, jumlah kucing yang telah disterilkan, hingga keberadaan kucing berpemilik yang dibuang atau dilepasliarkan.

"Penghitungan populasi hewan liar seperti kucing tidak bersifat statis layaknya manusia, karena sangat bergantung pada rasio kelahiran alami, angka kematian, jumlah kucing yang telah berhasil disterilkan, serta faktor kucing berpemilik yang dibuang atau dilepasliarkan," paparnya.

2. Pemprov DKI tak akan musnahkan kucing liar

Ilustrasi Kucing Liar (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Ilustrasi Kucing Liar (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Hasudungan menegaskan, Pemprov DKI tidak menerapkan kebijakan eliminasi atau pemusnahan massal terhadap kucing liar. Sebaliknya, penanganan dilakukan dengan pendekatan animal welfare (kesejahteraan hewan) dan One Health.

"Kami mengedepankan pendekatan Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan) dan One Health melalui beberapa langkah strategis yang komprehensif," ucapnya

3. Tingkatkan sterilisasi kucing

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau layanan Mobil Klinik Hewan Keliling di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Jakart
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau layanan Mobil Klinik Hewan Keliling di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Jakarta Timur, Jumat (10/7). (Dok. Pemprov DKI)

Salah satu upaya yang dilakukan ialah meningkatkan kuota sterilisasi gratis bagi kucing lokal melalui program Trap-Neuter-Return (TNR) untuk mengendalikan populasi.

Ia menjelaskan, kuota sterilisasi terus ditingkatkan dari 9.000 ekor pada 2024 menjadi 21.000 ekor pada 2025. Pada 2026, Pemprov DKI menargetkan sterilisasi terhadap 22.000 ekor kucing.

"Pemprov DKI terus melipatgandakan kuota sterilisasi gratis untuk kucing lokal jantan dan betina. Sebagai catatan, kuota sterilisasi terus ditingkatkan dari 9.000 ekor pada 2024, naik menjadi 21.000 ekor pada 2025, dan saat ini mencapai target 22.000 ekor pada tahun 2026," katanya

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More