Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Cerita Gaya Kepemimpinannya: Beberapa Menteri Saya Pingsan

Prabowo Cerita Gaya Kepemimpinannya: Beberapa Menteri Saya Pingsan
Presiden Prabowo Subianto dalam Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Senin (30/3/2026). (Instagram/@presidenrepublikindonesia)
Intinya Sih
  • Prabowo mengaku sebagai pemimpin bergaya micro-managing yang sering memantau langsung kinerja menteri, bahkan menelepon mereka pada dini hari untuk menanyakan detail pekerjaan.
  • Ia menyatakan penyesalan karena gaya kepemimpinannya membuat beberapa pejabat kelelahan hingga pingsan dan dirawat di rumah sakit akibat tekanan kerja yang tinggi.
  • Prabowo menegaskan presiden harus bertindak seperti CEO negara, bergerak cepat menghadapi tantangan global, dan mengejar hasil terbaik melalui kolaborasi tim yang solid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengenai gaya kepemimpinannya yang sangat mendetail atau micromanaging saat berbicara dalam Forum Bisnis Jepang-Indonesia di Tokyo.

Prabowo menyebut dirinya sebagai pemimpin yang terjun langsung memantau kinerja para pembantunya di kabinet. Dia mengungkapkan sering menghubungi para menterinya pada waktu yang tidak lazim, seperti pukul 02.00 atau 05.00 pagi.

"Saya adalah manajer yang terjun langsung. Para menteri saya menyebut saya sebagai manajer mikro. Ya, saya akui saya adalah manajer mikro. Saya akan menelepon para menteri saya pukul 2 pagi atau 5 pagi dan saya akan menanyakan harga telur hari ini," katanya dalam siaran YouTube.

1. Mengaku bersalah karena pejabat kelelahan

Prabowo Cerita Gaya Kepemimpinannya: Beberapa Menteri Saya Pingsan
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Prabowo menyatakan ada rasa penyesalan karena tuntutan kerja tersebut berdampak pada kondisi fisik bawahannya. Dia menyebutkan telah menerima laporan adanya menteri yang pingsan serta pejabat senior yang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami masalah jantung.

Eks Danjen Kopassus itu merasa bersalah dan menduga kondisi kesehatan para pejabat tersebut menurun akibat gaya kepemimpinannya yang terlalu menuntut detail.

"Sekarang saya merasa sedikit menyesal karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum. Dan terkadang saya mendapat laporan bahwa beberapa pejabat senior saya dirawat di rumah sakit. Mengapa? Masalah jantung. Jadi saya merasa bersalah, mungkin karena atasan mereka agak terlalu mikro," ujarnya.

2. Anggap presiden sebagai CEO negara

Prabowo Cerita Gaya Kepemimpinannya: Beberapa Menteri Saya Pingsan
Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta,Jumat (13/3/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurut Prabowo, seorang presiden di era modern harus menempatkan diri sebagai CEO bagi negaranya. Dia menegaskan pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi masalah dan mencari solusi dalam waktu yang sangat singkat.

Oleh karena itu, dia memastikan pemerintahannya menerapkan kebijakan pintu terbuka untuk mempermudah koordinasi. Prabowo menekankan seluruh menterinya sudah memahami keinginannya untuk mencapai target kerja dengan durasi yang cepat.

"Ya, karena menurut saya, presiden modern saat ini, sebenarnya adalah CEO negara. Dia harus mampu mengetahui masalah dengan sangat cepat dan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Jadi, kami terbuka," paparnya.

3. Kejar hasil terbaik dalam waktu singkat

Prabowo Cerita Gaya Kepemimpinannya: Beberapa Menteri Saya Pingsan
Sidang Kabinet Paripurna (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)

Orang nomor satu di Indonesia itu menjelaskan di tengah persaingan dunia yang ketat, hasil kerja yang baik saja tidak cukup jika membutuhkan waktu terlalu lama. Baginya, menunggu hingga lima tahun terlalu lama.

"Anda bisa mendapatkan hasil terbaik, tetapi mungkin dalam 5 tahun. Di dunia modern ini, itu terlalu lama. Teknologi berkembang mungkin setiap 4-5 bulan. Persaingan sangat ketat. Kita harus reaktif, kita harus mengikuti perkembangan zaman," kata Prabowo.

Dia menggarisbawahi waktu adalah satu-satunya hal yang tidak bisa dibeli, dinegosiasikan, atau ditawar oleh siapa pun. Prabowo meyakini hasil terbaik hanya bisa dicapai secara instan melalui kerja sama tim yang solid.

"Yang kita inginkan sekarang adalah mendapatkan hasil terbaik dengan cepat. Dan ada caranya jika ada kerja tim yang baik, jika otak-otak terbaik bergabung dan bekerja bersama, kita akan mencapai hasil terbaik dengan cepat," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More