Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal. (IDN Times/Aryodamar)
Intinya Sih
  • Alif Kamal dari Partai Prima mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tewasnya prajurit TNI di Lebanon untuk memastikan kejelasan penyebab serta pihak yang bertanggung jawab.
  • Alif menegaskan misi perdamaian TNI di bawah PBB merupakan amanat konstitusi, sehingga keselamatan prajurit harus dijamin dan investigasi dilakukan objektif demi menjaga stabilitas global.
  • Kemhan mengonfirmasi satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya luka akibat saling serang artileri di wilayah penugasan UNIFIL Lebanon, dengan proses klarifikasi masih berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Alif Kamal, mendesak adanya penyelidikan menyeluruh dan transparan, atas insiden meninggalnya prajurit TNI dalam insiden di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Lebanon Selatan.

Alif menilai, kejelasan terkait penyebab kematian hingga pihak yang bertanggung jawab menjadi hal penting, demi menegakkan keadilan bagi prajurit TNI yang gugur.

1. Prima minta harus ada penyelidikan komprehensif

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Markas TNI di UNIFIL Lebanon (dok. Puspen TNI)

Alif mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Ia meminta agar investigasi dilakukan secara mendalam, termasuk menelusuri asal amunisi yang digunakan dalam serangan tersebut.

“Kami meminta dilakukan penyelidikan yang komprehensif untuk memastikan dari kelompok mana amunisi yang menyebabkan gugurnya prajurit kita. Ini penting agar ada kejelasan dan pertanggung jawaban,” ujar Alif dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Menurut Alif, langkah ini penting agar tidak ada spekulasi yang berkembang, dan semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggung jawaban secara jelas.

2. Misi perdamaian bagian dari amanat konstitusi

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
1.087 prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda Unifil TA 2024 ketika disambut di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)

Alif menegaskan, keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan implementasi amanat konstitusi Indonesia. Ia merujuk pada Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Karena itu, Alif menilai, keselamatan prajurit TNI yang bertugas di luar negeri harus menjadi prioritas utama, dan dijamin secara maksimal oleh semua pihak terkait. Dia mengingatkan agar insiden ini tidak memperburuk situasi global yang saat ini tengah bergejolak. Ia menilai penyelidikan yang objektif dan menyeluruh menjadi kunci untuk menjaga stabilitas.

“Kita tidak ingin situasi ini semakin memperburuk kondisi global yang sedang tidak stabil. Namun, keadilan harus ditegakkan. Penyelidikan yang menyeluruh penting agar kita dapat meminta pertanggungjawaban dari pihak yang menewaskan prajurit kita,” tegasnya.

Alif pun berharap proses investigasi dapat berjalan transparan dan menghasilkan kejelasan, sehingga keadilan bagi prajurit yang gugur dapat benar-benar ditegakkan.

3. Prajurit TNI tewas di Lebanon saat terjadi saling serang artileri

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
1.087 prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda Unifil TA 2024 ketika disambut di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menginformasi meninggalnya satu prajurit TNI di Lebanon Selatan. Prajurit tersebut merupakan pasukan penjaga perdamaian yang sedang menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam penyerangan itu, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

"Kami mengonfirmasi adanya insiden di area penugasan UNIFIL Lebanon akibat eskalasi situasi keamanan. Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata dia dalam keterangannya, Senin.

Rico menjelaskan, insiden itu terjadi di saat terjadinya baku tembak artileri. "Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," imbuh dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More