TNI Ungkap Sejumlah Nama Prajurit Korban Insiden UNIFIL Lebanon

- Satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya luka akibat insiden di wilayah penugasan UNIFIL Lebanon Selatan, dengan seluruh korban telah mendapat perawatan medis sesuai kondisi masing-masing.
- Insiden terjadi di tengah meningkatnya saling serang artileri di Lebanon Selatan, dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL.
- TNI meningkatkan kewaspadaan seluruh prajurit di daerah misi serta menyiapkan langkah kontinjensi untuk menjaga keselamatan personel dan kelancaran tugas perdamaian PBB.
Jakarta, IDN Times – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkap nama-nama prajurit yang menjadi korban dalam insiden di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Lebanon Selatan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya salah satu prajurit, sekaligus memastikan peningkatan kewaspadaan bagi seluruh personel TNI di wilayah misi.
1. Satu prajurit gugur, tiga luka

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon Selatan. Peristiwa ini menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur. Sementara itu, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, kemudian Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL, sedangkan prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George untuk penanganan lanjutan.
"Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," ujar Aulia kepada IDN Times, Senin (30/3/2026).
2. Insiden dipicu eskalasi, investigasi berjalan

Aulia menjelaskan, insiden terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang meningkatkan tensi keamanan di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut.
Situasi keamanan di Lebanon Selatan memang dilaporkan memanas dalam beberapa waktu terakhir, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.
"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," kata dia.
3. TNI tingkatkan kewaspadaan prajurit

Merespons insiden ini, TNI langsung meningkatkan kewaspadaan seluruh prajurit di daerah penugasan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku di bawah mandat PBB.
Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di Lebanon serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.
"TNI berkomitmen melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit," kata Aulia.


















